Minggu, 19 April 2026

Pilkada Surabaya

Bila PKS Gabung Koalisi Machfud Arifin, PKB: Pilkada Surabaya 'Selesai'

Apabila PKS resmi bergabung dalam koalisi pendukung Machfud Arifin di Pilwali Surabaya, PKB menganggap bahwa kemenangan sudah di tangan.

surya.co.id/nuraini faiq
Machfud Arifin (tengah) saat bertemu dengan Pengurus PKS Surabaya di rumahnya Jl WR Supratman, Surabaya, Selasa petang (28/4/2020). 

SURYA.co.id, SURABAYA - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyambut baik rencana bergabungnya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam koalisi pengusung Machfud Arifin di pilkada Surabaya.

PKB menilai PKS akan menambah signifikansi kemenangan Machfud di Kota Pahlawan.

Menurut Ketua DPC PKB Surabaya, Musyafak Rouf, PKS merupakan salah satu kunci kemenangan di Surabaya. "Alhamdulillah, PKS adalah kunci. Kalau PKS dan Golkar gabung kesini, ya pilkada selesai,"  kata Musyafak kepada Surya.co.id ketika dikonfirmasi di Surabaya (Kamis, 30/4/2020).

Sebelum PKS, Golkar memang secara resmi telah memberikan surat rekomendasi sementara kepada Machfud Arifin. Oleh karenanya, bergabungnya Golkar dan PKS menambah gemuk koalisi ini menjadi delapan partai.

Sebelum dua partai tersebut, ada PKB, Gerindra, Demokrat, NasDem, PAN, dan PPP yang telah lebih dahulu resmi menyatakan dukungan kepada mantan Kapolda Jatim ini. Total koalisi delapan partai ini telah mengumpul 31 kursi DPRD Surabaya.

Apabila melihat jumlah perwakilan, lima partai yang menjadi runner up perolehan kursi pun telah bergabung dalam koalisi ini. Yakni, PKB, Gerindra, PKS, dan Golkar.

Tak berlebihan apabila dengan memperhatikan jumlah tersebut, PKB pun cukup optimistis mendulang suara di pilkada tahun ini. "Mesin pemenangan kian solid," kata Musyafak.

Selain dari sisi internal koalisi, potensi kemenangan juga bisa dilihat dari kemungkinan jumlah kandidat yang bertarung. Bergabungnya delapan partai dalam satu koalisi, praktis menyisakan maksimal 1 poros koalisi antara PDI Perjuangan dan PSI. 

Apabila hanya dua poros, Musyafak pun cukup yakin calon yang diusung partainya menang cukup besar. "Kalau head to head, potensi kemenangannya 50 persen," katanya.

"Berbeda halnya kalau lebih dari dua pasang, tentu lebih kecil. Kalau cuma dua, kalau nggak menang ya kalah. Ini yang seru," katanya melanjutkan.

Satu tugas terakhir yang menjadi pekerjaan bersama koalisi ini adalah menemukan sosok calon Wakil Walikota yang akan mendampingi Machfud. Bergabungnya PKS dan Golkar pun semakin menambah panjang deretan calon pendamping yang akan dipilih oleh Machfud.

"Kalau PKS dan Golkar membawa nama, wajar. Dinamika di mana saja seperi itu," kata Musyafak.

"Figur Wakil kan tergantung yang diwakili. Meskipun mendorong, kalau yang diwakili nggak cocok kan ya nggak jadi," katanya.

Oleh karena agar tak terjadi konflik antar rekan koalisi, partai pun sepakat menyerahkan pilihan Wakil kepada Machfud. "Persoalan wakil menjadi mutlak pilihan Walikota yang diusung. Kita hanya memiliki domain mengusulkan nama," pungkasnya.

Untuk diketahui, arah dukungan PKS dalam Pilwali Surabaya makin jelas mengarah Machfud Arifin (MA) sebagai calon wali kota 2020. Indikasi tersebut terlihat setelah Ketua DPD PKS Surabaya, Akhmad Suyanto mengadakan pertemuan dengan MA.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved