Jumat, 10 April 2026

PSBB Surabaya

Jelang PSBB Surabaya Raya, Kampung di Ngagel Ini Lockdown Duluan & Batasi Akses Warga

Rencananya, pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar atu PSBB di Surabaya Raya ( Kota Surabaya, Sidoarjo, Gresik) berlangsung mulai 28 April 2020

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Iksan Fauzi

SURYA.CO.ID| SURABAYA - Rencananya, pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar atu PSBB di Surabaya Raya ( Kota Surabaya, Sidoarjo, Gresik) berlangsung mulai 28 April 2020.

Namun, sebelum PSBB untuk mencegah penyebaran virus corona di Surabaya ( COVID-19) ini diberlakukan secara resmi, ada sebagian kampung di Surabaya sudah menutup aksesnya alias 'lockdown'.

Contoh saja kampung Mustika Baru RT 10 RW 01 yang ada di Kelurahan Ngagel, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya.

Pengurus kampung merespon cepat rencana PSBB di Surabaya. Akses masuk kampung sudah ditutup lebih dahulu menggunakan portal.

Warga Mustika Baru RT 10 RW 01, Kelurahan Ngagel, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, merespon rencana PSBB yang akan diterapkan serentak mulai Selasa (28/4/2020). Tindakan itu berupa penutupan portal untuk membatasi akses masuk tamu yang akan berkunjung ke lingkungannya.
Warga Mustika Baru RT 10 RW 01, Kelurahan Ngagel, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, merespon rencana PSBB yang akan diterapkan serentak mulai Selasa (28/4/2020). Tindakan itu berupa penutupan portal untuk membatasi akses masuk tamu yang akan berkunjung ke lingkungannya. (SURYA.CO.ID/Tony Hermawan)

Di depan portal dipasang spanduk dengan tulisan "Himbauan, Pengamen & Pemulung Dilarang Masuk, Khusus Ojol Menaikkan/Menurunkan Stop di Penjagaan (Kecuali Antar Go Food/Go Send).

Rekitanah selaku tokoh masyarakat mengatakan penutupan itu berlangsung sejak Selasa (21/4).

"Jadi gini penutupan ini menindaklanjuti informasi yang berkembang terutama dari Pemkot Surabaya mengenai rencana PSBB.

Terus berkaca dari perkembangan penyebaran corona yang semakin ganas akhirnya warga punya inisiatif untuk lakukan penutupan portal," kata dia saat ditemui di kampung tersebut, Jumat (24/4/2020).

Selain membatasi akses masuk di kampung itu, warga juga menerapkan penyeleksian ketat bagi warga yang datang dari wilayah berstatus zona merah.

"Contoh kemarin itu ada tamu dari Jakarta. Kami bolehkan masuk, tapi kami panggilkan tim medis dari puskesmas setempat untuk lakukan pemeriksaan.

Setelah hasil negatif maka kami ijinkan tamu itu berkunjung," beber dia.

Selain itu, di kampung tersebut juga menerapkan batas jam berkunjung. Maksimal hingga pukul 22.00 WIB.

"Sebelumnya ada corona sudah ada juga aturan ini. Tapi sekarang makin kami tegaskan lagi," ucap dia.

Sementara, di lokasi yang sama juga terpasang tempat untuk mencuci tangan.
Fasilitas itu dipasang di depan portal kampung.

Tempat cuci tangan itu diharapkan bisa dimanfaatkan semua warga maupun tamu yang sebelum memasuki area kampung.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved