Breaking News:

Virus Corona di Pasuruan

Pengemudi Ojek Pangkalan Terdampak Wabah Corona di Pasuruan Menangis Usai Terima Bantuan dari Polri

Ini adalah program Polri yang ikut dalam mengatasi imbas wabah virus Corona (COVID-19) bagi masyarakat kurang mampu.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Galih Lintartika
Kapolres Pasuruan, AKBP Rofiq Ripto Himawan saat menyerahkan ATM dan buku tabungan BRI secara simbolis, Rabu (15/4/2020). 

SURYA.CO.ID, PASURUAN - Hafid, salah satu dari penerima bantuan Polres Pasuruan menangis usai mendapatkan ATM dan buku tabungan BRI secara simbolis di Gedung Panaluan, Polres Pasuruan, Rabu (15/4/2020) siang.

Dia mendapatkan subsidi uang tunai Rp 600.000 per bulan, selama tiga bulan depan. Ini adalah program Polri yang ikut dalam mengatasi imbas wabah virus Corona (COVID-19) bagi masyarakat kurang mampu.

Dalam hal ini, Polri menyiapkan program Keselamatan yang mirip dengan program Kartu Prakerja.
Polri akan memberikan bantuan sosial dengan pelatihan. Targetnya adalah sopir taksi, sopir bus, sopir truk, kernet ojek pangkalan dan lainnya.

"Apapun programnya, saya berterima kasih ke pak polisi. Sudah dibantu diberi uang dan pelatihan. Jujur, saya menangis. Tapi menangis sedih dan terharu. Hari ini, mencari uang saja susah," jelasnya.

Ia mengaku, sebelum pandemi Covid-19, untuk mendapatkan uang minimal Rp 100.000 tidak susah. Meskipun, ia harus berangkat pagi dan pulang malam. Jika memang rezeki, ia biasanya mendapatkan pendapatan lebih.

"Sekarang cari uang Rp 50.000 saja susah. Istri dan anak saya mau dikasih makan apa. Makanya, kemarin ada kabar ini dan saya masuk di dalamnya, sangat bersyukur. Terima kasih pak polisi, sudah membantu kami yang sangat sulit mencari nafkah sekarang ini," tambah dia.

Ia mengaku akan memanfaatkan betul bantuan ini. Ia akan mempergunakannya untuk mencukupi kebutuhannya bersama anak istrinya. Sekali lagi, ia mengaku menjadi orang tedampak dari pandemi virus Corona ini.

Kapolres Pasuruan, AKBP Rofiq Ripto Himawan menjelaskan, di Pasuruan pihaknya akan menyiapkan program ini untuk 1.000 orang terdampak pandemi virus corona ini.

Kriterianya, kata kapolres beragam, Mulai dari tukang ojek pangkalan bukan online, sopir bus, sopir truk, sopir travel dan sebagainya. Mereka akan mendapatkan bantuan untuk tiga bulan ke depan. Nominalnya per bulan sebesar Rp 600.000.

"Mudah-mudahan ini sedikit membantu masyarakat yang sangat terdampak sekali dari pandemi ini. Selain kami beri bantuan, kami juga memberikan pelatihan. Tentunya, pelatihan ini berkaitan dengan tata tertib berlalu lintas di jalan," jelasnya.

Disampaikan dia, ini adalah program pusat. Jadi, untuk ikut serta dan aktif menghadapi pandemi Covid-19 ini.Ada anggaran Rp 360 Miliar jatah Polri untuk kegiatan tahun ini dialihkan untuk ikut menangani dampak pandemi ini. Salah satunya menyalurkan bantuan ini.

"Memang mirip kartu Prakerja. Tapi memang sasarannya berbeda. Semoga ini bisa membantu dan meringankan beban mereka," tambah Rofiq.

Untuk teknisnya, lanjut Rofiq, semua penerima ini akan mendapatkan ATM dan buku tabungan dari BRI. Penyalurannya melaluI BRI. Jadi, uang ini akan masuk ke rekening masing-masing penerima setiap bulannya.

"Kami berharap sedikit bantuan ini bisa membantu. Jangan disalahgunakan dan kalau bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya agar bisa mencukupi kebutuhan selama masa pandemi ini," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved