Breaking News:

Virus Corona di Madiun

Pemkab Madiun Anggarkan Rp 40 Miliar untuk Tangani Pandemi Corona di Wilayahnya

Pemerintah Kabupaten Madiun sangat serius menangani bencana Virus Covid-19 di wilayahnya.

surya.co.id/rahadian bagus
Bupati Madiun, Ahmad Dawami. 

SURYA.co.id|MADIUN - Pemerintah Kabupaten Madiun sangat serius menangani bencana Virus Covid-19 di wilayahnya.

Bentuk keseriuan itu, Madiun bahkan telah mengalihkan sejumlah anggaran  program atau kegiatan di tiap organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mengatasi pandemi Virus Corona.

Bupati Madiun, Ahmad Dawami, mengatakan Pemkab Madiun telah menyiapkan alokasi anggaran untuk penanganan Covid-19 yang digelontorkan melalui APBD dan Dana Desa.

 “Seluruh anggaran APBD dan Dana Desa sekarang harus fokus pada pencegahan dan penanganan Covid-19. Memang saat ini sektor perekonomian kita turun dan ini juga dirasakan seluruh negara yang terdampak Covid-19. Tapi dengan memfokuskan anggaran APBD dan Dana Desa, semoga dapat mengurangi beban hidup masyarakat khususnya warga tidak mampu yang terisolasi," katanya ketika dikonfirmasi, Senin (13/10/2020).

Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun, Tontro Pahlawanto mengatakan, nominal anggaran tahap pertama yang dialihkan sebanyak Rp 40 miliar.

Dari jumlah tersebut, Rp 8 miliar di antaranya telah digunakan untuk sejumlah kegiatan pencegahan Virus Corona.

“Ada beberapa kegiatan yang alokasi dananya diambilkan dari pengalihan APBD tahun 2020. Pergeseran anggaran untuk penanganan wabah corona ini sudah diberitahukan kepada DPRD dengan alokasi tahap pertama Rp 40 miliar," kata Tontro.

Ia menuturkan, dana APBD yang dialihkan tersebut merupakan pos anggaran kegiatan di tiap OPD yang dinilai tidak terlalu penting dan bisa ditunda tahun depan.

Sementara itu, sebagian anggaran sudah digunakan untuk upaya tanggap darurat.

Di antaranya, untuk kegiatan sosialisasi, pengadaan alat pelindung diri (APD), dan penyemprotan disinfektan di perkantoran, fasilitas umum, hingga tingkat kecamatan.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono, mengatakan langkah yang diambil oleh Pemkab Madiun, memang diperlukan di tengah pandemi yang telah ditetapkan sebagai bencana nasional.

Ferry berharap agar pengalihan anggaran di masing-masing OPD dilakukan dengan cermat, guna mengantisipasi agar tidak menimbulkan permasalahan baru pasca pandemi Covid-19 berakhir. Begitu juga penggunaan dana desa. 

“Tolong masing-masing OPD agar menggunakan anggaran ini dengan sebaik mungkin, dan semoga wabah Corona ini segera berakhir, ” katanya.

Untuk diketahui, hingga Senin (13/4/2020) berdasarkan data Kominfo Kabupaten Madiun,  peta persebaran Covid-19 di Kabupaten Madiun terdapat  399 berstatus orang dalam risiko (ODR).

Kemudian 219 orang dalam pemantauan (ODP), 7 pasien dalam pengawasan (PDP) , dan 3 orang pasien positif Corona (satu dinyatakan sudah sembuh). 

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved