Breaking News:

BERITA SURABAYA Hari ini Populer, 16 Kereta Api Stop Beroperasi & Risma Pasok Kebutuhan ODP dan PDP

Berikut Rangkuman Berita Surabaya Hari ini Populer, 16 Kereta Api Berhenti Beroperasi dan Risma Pasok Kebutuhan ODP dan PDP.

Kolase tribun jatim/fikri firmansyah dan Istimewa: Pemkot Surabaya
Kereta api di Stasuin Gubeng Surabaya. PT KAI Daop 8 Surabaya (kiri), Tri Rismaharini saat menyiapkan pendistribusian bantuan APD dari Pemkot untuk rumah sakit di Surabaya (kanan) 

16. No KA 251, Ka MAJAPAHIT, tujuan Pasar Senen, pukul 19:00 - 09:58.

Ia juga mengatakan, meski ada 16 KA tujuan Jakarta yang tidak beroperasi, masih tetap ada dua KA yang tersisa atau masih beroperasi di wilayahnya.

"Terdapat 2 perjalanan KA yang masih dijalankan ke arah Jakarta pada masa PSBB tersebut yaitu KA Kertajaya relasi Surabaya Pasarturi – Pasarsenen Jakarta/PP dan KA Bima relasi Surabaya Gubeng – Gambir Jakarta/PP. Di mana KA tersebut memiliki jadwal kedatangan dan keberangkatan di wilayah DKI Jakarta sesuai dengan jam operasi Transportasi Umum yang telah ditetapkan," ujarnya.

Terkait rincian dua KA yang masih beroperasi itu, rinciannya sebagai berikut:

KA Kertajaya relasi Surabaya Pasarturi – Stasiun Pasarsenen/PP.

A. KA 255A / KA Kertajaya relasi Surabaya Pasar Turi – Pasarsenen. Berangkat Surabaya Pasarturi pukul 21:05 WIB dan tiba di Stasiun Pasarsenen pukul 08:36 WIB.

B. KA 256A / KA Kertajaya relasi Pasarsenen – Surabaya Pasarturi . Berangkat dari Pasarsenen pukul 14:15 WIB dan datang di Stasiun Surabaya Pasarturi pukul 01:24 WIB.

KA Bima relasi Surabaya Gubeng – Gambir/PP.

A. KA 71 / KA Bima relasi Surabaya Gubeng – Gambir. Berangkat dari Surabaya Gubeng pukul 17:00 WIB, dan tiba di Stasiun Gambir pukul 05:43 WIB.

B. KA 72 / KA Bima relasi Gambir – Surabaya Gubeng. Berangkat dari Gambir pukul 16:40 WIB dan tiba di Stasiun Surabaya Gubeng pukul 05:54 WIB.

2. Risma Pasok Kebutuhan ODP dan PDP

Dukungan terhadap ODP dan PDP Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing terus dilakukan Pemkot Surabaya.

Tak hanya program permakanan yang diberikan sehari tiga kali, kebutuhan lain juga diberikan oleh Pemkot.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, mengatakan pihaknya memberikan paket lengkap untuk mereka selama menjalani isolasi mandiri. Mulai dari kebutuhan mandi seperti sabun dan sebagainya. 

"Sikat gigi, pasta gigi, sabun, deterjen, shampo, masker, sisir, piring, sendok garpu, hand sanitizer lengkap, satu kantong," kata Risma, Sabtu (11/4).

Paket lengkap itu diberikan kepada mereka juga dalam satu keluarga yang tengah menjalani isolasi mandiri. Meski tidak setiap hari, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan. 

Wali kota pertama perempuan itu mencontohkan, misal dalam satu rumah terdapat sepuluh orang maka paket lengkap itu juga diberikan sebanyak sepuluh kantong. Hal itu dilakukan agar mereka yang dianjurkan menjalani isolasi mandiri itu tak keluar rumah. 

Selain itu, Risma juga memberikan fasilitas untuk perorang agar mereka tidak berbagi barang pribadi selama menjalani masa isolasi mandiri. Dengan begitu, mata rantai persebaran Covid-19 dapat segera diputus di Surabaya. 

Sementara itu, jumlah ODP di Kabupaten Gresik perhari ini, Sabtu (11/4) mencapai 1.017 orang. Paling banyak berasal dari Kecamatan Kebomas.

"Positif masih tetap 10 orang. ODP sekarang 1.017," ujar Kabag Humas dan Protokol Pemkab Gresik, Reza Pahlevi, Sabtu (11/4).

Jumlah ODP mengalami kenaikan, pada Jumat (10/4) ada 997 orang. Saat ini telah menjadi 1.017 orang.

Kecamatan Kebomas menjadi paling banyak dari 18 kecamatan yang ada di Gresik.

Total ada 173 OPD dan 13 pasien PDP dan dua orang positif. Disusul Kecamatan Manyar ada 162 ODP, 13 PDP dan 3 pasien positif.

"Jumlah PDP kemarin 76 sekarang ada 80," tambahnya.

Sementara di Pulau Bawean yang telah melakukan karantina wilayah. Jumlah ODP masih sama tidak ada perubahan sama sekali di pulau yang memiliki dua kecamatan itu.

Kecamatan Sangkapura 21 ODP dan Kecamatan Tambak 32 ODP. Tidak ada PDP dan pasien positif di pulau yang dijuluki pulau putri ini.

Sedangkan Pemprov Jatim mencatat ada dua pasien positif Covid-19 yang dirawat di rumah. Data itu diperoleh per 9 April.

Ketua Gugus Kuratif Penanganan Covid-19 Jatim, Joni Wahyuhadi, mengatakan dua orang ini yang pertama adalah satu pasien positif asal Trenggalek yang tengah diisolasi di rumahnya dan satu orang pasien yang sempat dirawat di RSUD Dr Soetomo, Surabaya.

Untuk pasien yang dirawat di RSUD Dr Soetomo minta pulang sebelum masa isolasi habis.

"PDP yang ternyata confirm positif (Covid-19) kalau secara klinis itu baik, itu bisa (dirawat) di rumah tapi syaratnya harus isolasi dan ada pengawasan dokter dari rumah sakit atau puskesmas setempat," ucap Joni yang juga Dirut RSUD Dr Soetomo.

Joni menyebutkan, kebetulan pasien yang dirawat di RSUD Dr Soetomo tersebut tidak menunjukkan gejala klinis seperti demam, flu, batuk, sesak nafas dan gejala klinis lainnya.

Pihaknya memperbolehkan untuk dirawat di rumah tapi dengan isolasi yang disiplin dan pengawasan dokter ataupun tim medis yang ketat.

“(Satunya) di Dr Soetomo, ada yang positif minta pulang. Sekarang sudah negatif. Jadi saat masuk rumah sakit positif, diisolasi minta pulang. Terus dievaluasi empat hari, empat hari diambil tes swab negatif,” jelas Joni. 

3. Pemkot Surabaya Buka Lagi 18 Posko Sterilisasi di Pintu Masuk

Setelah sempat dibongkar beberapa waktu lalu, kini Pemkot Surabaya kembali membuka posko sterilisasi yang ditempatkan di 18 pintu masuk Kota Surabaya.

Koordinator Protokol Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Muhammad Fikser mengatakan, pihaknya telah melakukan evaluasi pasca mencabut posko sterilisasi beberapa waktu lalu.

"Itu mulai beroperasional, ada 18 posko yang disiapkan Pemkot Surabaya," kata Fikser, Sabtu (11/4/2020).

Berdasarkan pantauan di lapangan, salah satu pintu masuk Surabaya dari arah Suramadu, posko sterilisasi itu memang telah difungsikan.

Petugas gabungan memberikan imbauan kepada pengendara yang hendak masuk Surabaya.

Di antara imbauan itu, adalah disiplin menjalankan protokol pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Selain itu, petugas yang memanfaatkan posko itu untuk menyemprot kendaraan yang melintas hendak masuk ke Kota Surabaya.

Fikser mengatakan, petugas gabungan itu memang menjalankan fungsi sebagaimana sebelumnya.

"Tapi kita tidak melarang akses mobilisasi," ungkapnya.

Pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengaku memiliki beberapa alasan yang menjadi dasar dibukanya kembali posko sterilisasi di pintu masuk Surabaya.

Satu di antara alasan yang menjadi pertimbangan adalah untuk memberikan pencegahan berlapis atas penyebaran Covid-19.

"Supaya ini tidak menulari," kata Fikser.

Pencegahan berlapis itu dilakukan di pintu masuk Surabaya hingga penguatan antisipasi di lingkungan RT.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengeluarkan surat edaran tentang protokol pengendalian mobilitas penduduk hingga tingkat RT dengan harapan antisipasi penyebaran Covid-19 dapat ditingkatkan.

Sehingga menurut Fikser, dibukanya kembali posko itu agar dapat segera memutus mata rantai persebaran Covid-19 di Surabaya.

Petugas saat menyemprotkan cairan disinfektan ke kendaraan yang akan masuk ke Kota Surabaya, Sabtu (11/4/2020).
Petugas saat menyemprotkan cairan disinfektan ke kendaraan yang akan masuk ke Kota Surabaya, Sabtu (11/4/2020). (SURYA.CO.ID/Yusron Naufal Putra)

Saat ini posko sterilisasi itu disebar di 18 pintu masuk Surabaya yang menjadi akses dari daerah lain.

"Sehingga kita harus memperkuat jaringan yang masuk ke Surabaya," ungkap mantan Kabag Humas Pemkot Surabaya itu.(*)

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved