Psikologi
Pandemi Covid-19 Membuat Cemas? Tak Perlu Khawatir, Berikut Empat Hal yang Bisa Dilakukan
Maraknya pemberitaan tentang covid-19 berpotensi membuat seseorang merasa cemas. Begini cara mencegahnya..
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | SURABAYA - Maraknya pemberitaan tentang covid-19 berpotensi membuat seseorang merasa cemas. Apalagi, kini banyak beredar informasi yang tidak jelas atau hoaks.
Kepanikan yang berlebihan malah membuat kondisi semakin buruk. Stefani Virlia MPsi Psikolog, dosen Fakultas Psikologi Universitas Ciputra menyebut, ada beberapa hal yang sebaiknya dilakukan untuk menyikapi kepanikan tersebut. Apa saja? Berikut ulasannya.
1. Memfilter Informasi
Agar tidak panik berlebihan, Stefani mengimbau untuk menyaring informasi yang beredar. Menurutnya, penting untuk tetap mengikuti perkembangan covid-19.
"Supaya kita tetap mengetahui sejauh mana pandemi ini. Tapi, jangan sampai hanya fokus ke informasi negatif," kata Stefani, Jumat (10/4/2020).
Selain itu, perlu membedakan informasi yang benar dan hoaks. Ada baiknya untuk mencari informasi dari media yang memang terpercaya.
"Sekarang ini di media sosial banyak sekali informasi hoaks. Jika mendapat informasi, lebih baik dicek terlebih dahulu," urainya.
2. Mengalihkan Perhatian ke Aktivitas Kesukaan
Sambil mencari informasi yang akurat, Stefani menyarankan untuk mengejarjakan aktivitas yang menyenangkan sebagai pengalihan kecemasan.
"Untuk yang work from home, bisa lakukan kegiatan yang menjadi kesenangan. Misalnya, yang hobi masak tapi sebelumnya tidak punya waktu, bisa melakukannya lagi," urainya.
Waktu yang banyak di rumah, bisa diisi dengan mengembangkan hobi. Aktivitas yang menyenangkan, bisa meminimalisir kepanikan.
"Daripada hanya duduk dan memikirkan virus corona, yang ada malah bikin stres. Oleh karena itu alihkan ke kegiatan yang menyenangkan atau produktif," terangnya.
3. Saling Bercerita
Berbagi cerita tentang orang lain, bisa mengurangi kekhawatiran atau kecemasan. Menurut Stefani, tak ada salahnya menceritakan keadaan kepada orang-orang tersayang.
"Sharing ke orang-orang terdekat seperti pasangan atau anggota keluarga lain bisa mengurangi kecemasan. Bisa juga sharing ke teman-teman yang jauh, bisa memanfaatkan media sosial seperti dengan cara video call," urai Stefani.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/ilustrasi-kecemasan.jpg)