Virus Corona di Gresik

Kisah Siti Fitria, Pegiat Lingkungan di Gresik yang Manfaatkan Jeriken Bekas Jadi Tempat Cuci Tangan

Di sela-sela "libur" mengedukasi terkait lingkungan, ia mencoba menyulap barang bekas menjadi bernilai harganya.

surya.co.id/willy abraham
Siti Fitria, pegiat lingkungan asal Kelurahan Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik saat mengecat jeriken bekas, Jumat (3/4/2020). 

SURYA.CO.ID, GRESIK – Selama pandemi Covid-19, Siti Fitria, pegiat lingkungan asal Kelurahan Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, tak bisa lagi mengumpulkan orang banyak untuk melakukan edukasi.

Agar aktivitasnya tak terhambat, wanita yang juga ketua Asosiasi Bank Sampah Gresik (ASBAG) ini pun memutar otak.

Di sela-sela "libur" mengedukasi terkait lingkungan, ia mencoba menyulap barang bekas menjadi bernilai harganya.

Dia membeli sejumlah jeriken bekas. Ada yang dibeli dari perusahaan di Gresik.

Dia membuat tempat cuci tangan bersama temannya Indah Sri.

Meski hanya dua orang, tapi mampu menghasilkan puluhan bahkan ratusan tempat cuci tangan di setiap harinya.

Caranya, jeriken bekas itu dicuci terlebih dahulu dengan air bersih.

Mulai dari air dingin hingga air panas dan dibersihkan dengan sabun cair.

Setelah itu, jeriken tersebut dikeringkan. Tak perlu waktu lama, tangannya dengan cekatan menari dengan kuas cat dan merubah warna jurigen itu menjadi merah.

Kemudian dijemur lagi, setelah itu dia melukis pohon di sisi kanan dan kiri tempat cuci tangannya itu.

Halaman
123
Penulis: Willy Abraham
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved