Terlanjur Beredar Cara Membuat Disinfektan Sendiri, WHO Ingatkan Bahayanya Jika Kena Manusia
Terlanjur Beredar Cara Membuat Disinfektan Sendiri untuk Cegah Corona, WHO Ingatkan Bahayanya Jika Kena Manusia.
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Musahadah
SURYA.co.id - Banyak beredar di internet cara membuat disinfektan sendiri dengan menggunakan cairan pemutih dan pembersih lantai.
Membuat disinfektan sendiri merupakan solusi yang banyak diambil di tengah kelangkaan produk disinfektan di pasaran.
Disinfektan adalah cairan pembersih yang umumnya dibuat dari hidrogen peroksida, creosote, atau alkohol yang bertujuan untuk membunuh bakteri, virus, kuman, dan mikroorganisme berbahaya lainnya yang terdapat pada ruangan atau permukaan benda mati.
Sehingga, cairan ini banyak dipakai untuk mencegah penyebaran virus corona.
• Cara Membuat disinfektan Sendiri Menurut Anjuran WHO, Jangan Asal Bikin & Perhatikan 3 Hal ini
• Cara Membuat disinfektan Pakai Campuran Bahan Cairan Pemutih Pakaian, Cairan Karbol & Air
• Tak Kalah Ampuh, Begini Cara Membuat disinfektan dengan Bahan Alami, Tanpa Pemutih Pakaian & Alkohol
Namun, Badan Kesehatan Dunia atau WHO mengungkap pernyataan yang cukup mengejutkan tentang cairan disinfektan.
Berikut ulasannya dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'WHO Ingatkan Risiko Semprot Disinfektan pada Manusia: Mudah Terbakar hingga Keracunan'.
1. Hanya untuk benda
WHO menyebutkan bahwa penyemprotan disinfektan pada manusia bukan hal yang disarankan.
Penyemprotan disinfektan hanya untuk benda-benda saja.
Melalui laman Instagram @who, disebutkan bahwa penyemprotan disinfektan ke seluruh tubuh seseorang tidak bisa membunuh virus yang terlanjur masuk ke dalam tubuh.
Sebaliknya, penyemprotan tersebut justru bisa merusak pakaian yang dikenakan, bahkan melukai tubuh orang yang menerima tindakan tersebut.
"Menyemprotkan zat-zat semacam itu dapat merusak pakaian atau selaput lendir (seperti mata, mulut)," tulis WHO dalam informasi tersebut.
Penggunaan alkohol dan klorin dalam disinfektan bisa digunakan untuk mensterilkan permukaan suatu benda, namun harus di bawah rekomendasi yang tepat.
Informasi serupa juga diunggah ulang oleh perwakilan WHO di Indonesia dr. Paranietharan melalui Twitter di akun @NParanietharan.
Dia menandai akun Kementerian Kesehatan RI, BNPB, Menteri Luar Negeri, Dinas Kesehatan Jakarta, dan lainnya untuk memastikan informasi ini tersampaikan.
"#Indonesia Please do not spray disinfectants on people #COVID19 #CoronaVirusIndonesia, it may be harmful @KemenkesRI @BNPB_Indonesia #JakartaTanggapCorona #Jakarta #LawanCovid19 @kemenkopmk @Menlu_RI @dinkesJKT @WHOIndonesia," isi twet yang diunggah dr. Paranie, Minggu (29/3/2020).
2. Tidak untuk tubuh & pakaian
Melalui laman resmi Covid-19 milik Pemerintah Indonesia, covid19.go.id, disebutkan cairan disinfektan efektif untuk membersihkan permukaan benda-benda yang potensial terdapat banyak bakteri dan virus.
Namun, cairan disinfektan ini tidak disarankan untuk disemprotkan pada tubuh atau pakaian seseorang.
"Cairan disinfektan bisa membersihkan virus pada permukaan benda-benda dan bukan pada tubuh atau baju dan tidak akan melindungi Anda dari virus jika berkontak erat dengan orang sakit," bunyi keterangan dalam laman resmi tersebut.
3. Mudah terbakar
Dikutip dari Guidance Notes on Safe Use of Chemical Disinfectants Departemen Tenaga Kerja Hong Kong, cairan disinfekan yang mengandung bahan kimia berupa alkohol memiliki risiko jika disemprotkan ke tubuh.
Alkohol merupakan bahan kimia yang mudah terbakar jika ada di dekat api, terutama ketika diterapkan dengan cara disemprotkan.
Jika mengenai kulit, cairan ini dapat mengiritasi kulit yang terluka.
Sementara jika terhirup maka dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan dan mempengaruhi saraf sistem pusat.
4. Kandungan klorin berbahaya
Sementara itu, zat klorin disebutkan sebagai zat beracun.
Jika seseorang terpapar klorin dengan konsentrasi tinggi disebutkan bisa berakibat fatal.
Apalagi jika sebuah larutan disinfektan mengandung lebih dari satu jenis zat kimia.
Pencampuran zat-zat tersebut bisa menimbulkan bahaya.
Diketahui, kini masyrakat sudah banyak yang bisa membuat cairan disinfektan sendiri dari cairan pemutih hingga pembersih lantai.
Malansir dari laman Alodokter, seseorang mempertanyakan apakah aman membuat disinfektan menggunakan cairan pemutih dan pembersih lantai.

Pertanyaan itupun dijawab oleh dr. Florentina Priscilia.
Menurut Dokter Florentina, disinfektan adalah zat yang dibutuhkan untuk mengurangi jumlah kemungkinan mikroorganisme yang akan mengkontaminasi dimana bisa dilakukan dengan proses disinfeksi permukaan, udara, permukaan lunak seperti karpet, atau pakaian.
Lebih lanjut, Dokter Florentinya menyebutkan beberapa bahan yang dianjurkan WHO adalah etanol dan sodium hipoklorit (pemutih).
Beberapa referensinya adalah:
1. Pegenceran 5 persen sodium hipoklorit dengan perbandingan 1:100 biasa dianjurkan. Gunakan 1 bagian bahan pemutih untuk 99 bagian air ledeng dingin (pengenceran 1:100).
Sesuaikan perbandingan bila bahan pemutih kandungnnya adalah 2,5 persen sodium hipoklorit, gunakan bahan pemutih dua kali lebih banyak yaitu, 2 bagian bahan pemutih untuk 98 bagian air,
2. Karbol atau pine oil dapat digunakan juga sebagai disinfektan. Berupa 10 tutup botol cairan pembersih lantai diencerkan dengan air 1 liter. Hal tersebut untuk mendapatkan konsentrasi minimal 0,5 persen bahan aktif
3. Pembersih lantai dengan takaran 1 tutup botol dengna 5 liter air
4. Laurtan alcohol 70%
5. Hydrogen peroksida
Dokter Florentina juga memperingatkan agar sebelumnya memperhatikan hal-hal seperti:
1. Produk sesuai dengan takaran
2. Tidak melewati kadar kadaluwarsa
3. Jangan di campur dengan ammonia atau pembersih lain.(*)