Breaking News:

Berita Tulungagung

Pengakuan Nelayan Tulungagung yang Jual Lumba-Lumba, Tak Sengaja Tersangkut Jaring

Saat jaring ditarik, ada sembilan ekor lumba-lumba yang ikut tersangkut dan sudah dalam keadaan mati.

Penulis: David Yohanes | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/david yohannes
Bangkai lumba-lumba yang ditangkap dan dijual oleh Sunar (49), seorang nelayan Pantai Sine. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Anggota Unit Reskrim Polsek Kalidawir menangkap Sunar (49), nelayan di Pantai Sine, Desa Kalibatur, yang kedapatan menangkap dan menjual 9 ekor lumba-lumba

Polisi juga menangkap FDS alias Fredi, seorang pengepul ikan yang membeli lumba-lumba dari Sunar.

Kepada polisi, Sunar mengaku tidak sengaja menangkap lumba-lumba jenis moncong panjang ini.

“Gak sengaja ditangkap, karena saya sebenarnya kan cari ikan tongkol. Setelah semalaman jaringnya ditarik,” tutur Sunar.

Saat jaring ditarik, ada sembilan ekor lumba-lumba yang ikut tersangkut dan sudah dalam keadaan mati.

Menurut Sunar, seandainya ikan itu ditemukan dalam keadaan hidup pasti akan dilepasnya.

Karena sudah mati, mamalia laut itu kemudian ikut diangkut ke darat untuk dijual.

“Kalau bisa terjual kan bisa menutup biaya bahan bakar. Itu pun kalau ada yang mau beli,” terangnya.

Jika tidak ada yang mau membeli daging mamalia laut ini, Sunar berencana menguburnya.

Namun ternyata Fredi mau membeli bangkai hewan yang dilindungi ini seharga Rp 5.000 per kilogram.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved