Wabah Virus Corona

Termakan Hoaks Minum Alkohol Bisa Cegah Virus Corona, 44 Warga Iran Tewas

Saat ini, sekitar 8.000 warga Iran terinfeksi virus corona. Sebanyak 200 orang di antaranya telah dinyatakan tewas akibat virus dari Kota Wuhan, China

Editor: Iksan Fauzi
EPA-EFE/ABEDIN TAHERKENAREH(ABEDIN TAHERKENAREH)
ILUSTRASI. Perempuan Iran mengenakan masker wajah berjalan melewati jalan Teheran, Iran, 26 Februari 2020. Menurut Departemen Kesehatan, setidaknya 139 orang didiagnosis dengan virus corona di negara itu dan sembilan belas orang telah meninggal di Iran. 

SURYA.co.id | TEHERAN - Saat ini, sekitar 8.000 warga Iran terinfeksi virus corona. Sebanyak 200 orang di antaranya telah dinyatakan tewas akibat virus dari Kota Wuhan, China tersebut.

 Padahal, sebagai negara Islam, peemrintah Iran telah melarang warganya meminum alkohol.

Namun, ratusan orang nekat meminumnya karena ada rumor, alkohol bisa menyembuhkan orang dari virus corona.

Bukannya sembuh, sebanyak 44 warga Iran malah tewas setelah meminum alkohol tersebut.

Warga yang tewas sebanyak itu berasal dari negara Iran di bagian barat daya Khuzestan dan provinsi Alborz.

Fars News Agency, pada Senin (09/03/2020) memberitakan, korban meninggal sejumlah 27 orang karena menelan etanol dan metanol tingkat industri.

Namun IBTimes mengabarkan pada Selasa (10/03/2020) sebanyak 36 orang tewas di Khuzestan sementara tujuh orang lainnya tewas di Alborz Utara, dan satu orang lagi di Kermanshah, Iran Barat karena meminum cairan kimia tersebut.

Maka, total korban meninggal sebanyak 44 orang.

Kandungan kimiawi yang terdapat dalam alkohol itu dirumorkan mampu mencegah virus corona yang telah menyerang negara mereka, Iran.

Rumor yang telah menyebar di negara itu mengatakan bahwa dengan meminum alkohol mampu membunuh virus corona yang ada di dalam tubuh.

Lebih dari 200 orang dilaporkan dirawat di Khuzestan berdasarkan Iranian Labour News Agency.

"Beberapa warga di Ahwaz mendapatkan kabar bahwa minum alkohol mampu membantu mereka melawan virus corona, jadi mereka meminumnya sebagai tindakan pencegahan," ungkap Ali Ehsanpour, juru bicara universitas Ahwaz, Fakultas Ilmu Pengetahuan Medis.

Dilansir dari ABC, karena negara Republik Islam Iran melarang warganya meminum alkohol yang ada dalam minuman, maka mereka meminum alkohol yang berasal dari industri yang biasa digunakan sebagai sanitiser.

Di Khuzestan, sebanyak 218 orang dikirim ke rumah sakit karena keracunan alkohol sedangkan angka infeksi di sana sebanyak 73 orang.

"Salah satu dari korban jadi buta dan korban lainnya dalam kondisi kritis," lanjut Ehsanpour.

Iran merupakan salah satu negara di kawasan Timur Tengah yang dilanda virus corona dengan capaian angka infeksi tinggi.

Sebanyak 8.000 orang telah terinfeksi, sebanyak 200 orang dinyatakan tewas akibat virus tersebut.

Sistem kesehatan negara itu mendapat sanksi dari AS dan kini mengalami kesulitan ekonomi.

Akibatnya, Iran mengalami kekurangan akan pasokan dan obat-obatan medis untuk memerangi krisis wabah virus corona.

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved