Pembunuhan Keji Pasutri di Tulungagung, Terungkap Dari Bekas Telapak Kaki di Genangan Darah Korban

Kasus pembunuhan keji pasangan suami istri ( pasutri) di Kecamatan Campurdarat, Tulungagung terungkap di persidangan di PN Tulungagung.

Kolase SURYA.co.id/DAVID YOHANES
Foto Persidangan dan rekonstruksi kasus pembunuhan keji pasutri di Tulungagung terungkap dari bekas telapak kaki di genangan darah korban. 

Dalam sidang, JPU memaparkan peran masing-masing terdakwa saat membunuh Adi Wibowo (56) alias Didik dan Suprihatin (50).

Menurut Anik, Nando membunuh Suprihatin dibantu Rizal.

Namun Nando seorang diri mengeksekusi Didik yang saat itu tidur di kamar belakang.

"Tapi Rizal ini punya peran berupaya menghapus jejak menggunakan cairan pembersih lantai.

Dia juga yang ngepel bekas di lantai," terang Anik.

Saat Nando ribut dengan Suprihatin, ia mencopot kaki meja marmer untuk menjadi alat pemukul.

Dua kali Nanda memukulkan benda keras itu ke bagian leher belakang hingga Suprihatin terjatuh.

Ia kemudian menyeret tubuhnya ke dekat dinding dan membentur-benturkan kepalanya.

Rizal kemudian memukulkan kaki meja marmer itu dua kali, disusul Nando yang menusukkan ujung senapan angin ke kepala belakang hingga pejeranya tertinggal di dalam tengkorak korban.

"Setelah korban meninggal, Nando ini melihat ke kamar belakang dan melihat korban Adi Wibowo sedang tidur.

Halaman
123
Penulis: David Yohanes
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved