BERITA PERSEBAYA Hari Ini Populer: Peran Ricky Kambuaya, Rendi Irawan, Mahmoud Eid & Rapor Baj Ijo
Rapor Bajul Ijo yang perlu diwaspadai. Diketahui Pelatih Aji Santoso memperkuat Persebaya, dengan pemain-pemain baru.
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Adrianus Adhi
David da Silva memang memiliki kemampuan secara menyeluruh, kecepatan, akurasi tendangan bahkan hingga sundulannya pun mematikan bagi setiap bek dan penjaga gawang lawan.
Berbagai atribut yang telah dimiliki David Da Silva diprediksi mampu membuat lini serang tim Bajul Ijo kembali memanas.
Apalagi tim Bajul Ijo menjadi salah satu kesebelasan yang cukup aktif pergerakannya di bursa transfer pemain sehingga beberapa wajah baru akan menghiasi skuat Persebaya Surabaya pada musim depan.
Aji Santoso pun tak segan untuk melakukan perombakan skuat sekaligus mendatangkan amunisi baru yang telah terbukti kualitasnya.
Sektor lini depan pun menjadi salah satu titik fokus Aji Santoso dalam memperkuat skuatnya di bursa transfer kali ini.
Kedatangan Mahmoud Eid dan Patrich Wanggai menjadi salah bukti Aji Santoso dalam menambah kualitas serangan Bajul Ijo pada musim depan.
Mahmoud Eid sendiri merupakan pemain kelahiran Swedia 26 tahun yang lalu.
Namun saat ini dirinya tercatat sebagai pemain berkebangsaan Palestina.
Mahmoud Eid lebih banyak menghabiskan waktunya berkarir di Swedia.
Sepanjang karirnya, Mahmoud Eid hanya sekali bermain di luar Swedia tepatnya Mjondalen (Norwegia) pada tahun 2018 lalu.
Selain itu, Mahmoud Eid juga pernah membela Timnas Palestina sebanyak 17 penampilan.
Pemain yang berposisi sebagai striker tersebut telah menorehkan total 164 penampilan sepanjang karirnya.
Torehan 46 gol dan 25 assist menjadi bukti performa gemilang yang mampu ditorehkan oleh sang pemain.
Dengan posisinya sebagai penyerang, maka Mahmoud Eid diprediksi akan menjadi duet mematikan baik bagi David Da Silva maupun Patrich Wanggai.
Direkrutnya nama-nama seperti Mahmoud Eid, Bayu Nugroho, Makan Konate, dan Hambali Tholib juga menjadi bukti keseriusan Aji Santoso menciptakan kekuatan di lini kedua guna meningkatkan produktifitas gol Persebaya Surabaya.
Misalnya, kedatangan Makan Konate tentu membuat para Bonek menaruh ekspetasi tinggi terhadap sang pemain guna menambah kualitas lini tengah Persebaya musim depan.
Makan Konate diharapkan mampu menambah kualitas penyerangan sekaligus menjadi pioner permain lini serang tim Bajul Ijo.
Ekspetasi tersebut tidak terlepas dari peran sentral yang dijalankan oleh Makan Konate bersama klub sebelumnya, Arema FC.
Makan Konate sendiri mampu menjadi pemain paling produktif di Arema FC dengan sumbangsih 16 gol dan 10 assists di sepanjang musim 2019.
Jumlah gol tersebut menjadi yang paling banyak di antara pemain-pemain Arema lainnya.
Penampilan apiknya pula yang membuat dirinya masuk nominasi pemain terbaik Liga 1 2019.
Kedatangan Makan Konate secara tidak langsung membuat Persebaya Surabaya berharap banyak terhadap performa pemain berdarah Mali tersebut.
Hadirnya Makan Konate akan menjadi berkah tersendiri bagi para penyerang Bajul Ijo mulai dari David Da Silva, Mahmoud Eid, dan Patrich Wanggai.
Selain itu, ada beberapa gelandang lain tim Bajul Ijo yang tidak kalah kualitasnya dengan Makan Konate dalam urusan menyerang.
Diantaranya yakni Hamba Tholib yang baru saja didatangkan dari Persela Lamongan.
Kelincahan dan eksploisifitas pemain berusia 19 tahun tersebut juga cukup mengagumkan di lini tengah.
Posisi gelandang sayap diprediksi akan menjadi rebutan bagi Muhammad Supriadi, Irfan Jaya, Bayu Nugroho dan Oktafianus Fernando.
Sektor tersebut juga menjadi pendukung daya ledak serangan Persebaya Surabaya dari lini kedua.
3. Pemain Persebaya Surabaya, Rendi Irwan Tetap Bermain Meski Kantongi Lisensi
Rendi Irawan, Pemain Persebaya Surabaya selalu absen laga Piala Gubernur Jatim 2020.
Belakangan absennya Rendi Irawan terjawab. Ternyata Rendi Irawan mengikuti kursus kepelatihan lisensi C AFC.
Gelandang Bajul Ijo itu pun dalam kondisi sehat dan tidak cedera.
Kabar ini dirilis laman resmi Persebaya Surabaya, Senin (24/2/2020).
Rendi Irawan mengikuti kursus kepelatihan di sebuah hotel tepatnya di Sengkaling, Malang.
Rendi Irawan menjalani serangkaian workshop selama hampir dua pekan.
Banyak pengalaman yang didapat pemain bernomor punggung 12 tersebut selama kursus kepelatihan.
"Ini pengalaman pertama kali ikut kursus lisensi, karena saya belum pernah sama sekali pegang tim junior atau ssb (sekolah sepakbola). Banyak hal positif yang belum saya tahu di dunia kepelatihan ini," ujar Rendi.
Selama kursus Rendi mengaku belajar banyak dari peserta lain yang mayoritas adalah mantan pelatih Elite Pro Academy dan Liga 3.
Hanya Rendi dan Slamet Nurcahyo (Madura United) yang masih berstatus pemain aktif.
Rendi mengaku mendapatkan dukungan dari peserta lain dalam diskusi atau pun menyelesaikan tugas yang diberikan.
"Yang membuat saya senang kemarin itu kalau biasanya kursus itu sendiri-sendiri, tapi kemarin justru bisa mengerjakan bareng," tutur Rendi.
Rendi Irawan mengaku, sekalipun dia mengikuti kegiatan kursus kepelatihan, namun pemain jebolan internal Persebaya ini masih sempat melihat kawan-kawannya berjuang saat Laga Piala Gubernur Jatim 2020.
"Instruktur juga sangat menyenangkan, maksudnya mereka welcome sama kita. Saat saya butuh waktu untuk menonton teman-teman, saya diijinkan, meskipun ya tidak full satu pertandingan," kata Rendi.
"Apalagi salah satu instrukturnya coach Kartono yang pernah pegang saya di Persebaya tahun 2011, jadi dia paham tentang Persebaya ketika saya ingin lihat (pertandingan)," imbuhnya.
Fokus Jadi Pemain
Rendi Irawan kini sudah memegang lisensi C AFC, meski begitu dia masih ingin fokus menjadi pemain Persebaya.
Rendi mengaku akan berjuang membela tim pada musim ini. Diketahui Persebaya Surabaya bertemu Persik Kediri pada laga pembuka Liga 1 2020 yang berlangsung 29 Februari.
"Saya belum berpikir sejauh itu (melatih tim), sekarang saya konsentrasi sebagai pemain, kemarin hanya diijinkan oleh manajemen dan pelatih buat pengalaman baru bagi saya, lagipula saya masih banyak belajar di dunia kepelatihan," pungkasnya.
Biodata Rendi Irawan
Nama Lengkap: Rendi Irwan Saputra
Kelahiran: Sidoarjo, 26 April 1987
Tinggi Badan: 156 cm
Berat Badan: 52 kg
Usia: 31 tahun
Klub: Persebaya Surabaya
Istri: Vera Hisma Putri
Anak:
- Revan Adhyasta Alaric
- Arkharega Razqa Atharis
Sosial Media: Instagram @rendiirwan12 dan Istrinya @verahismaputri
Karir
Junior :
- SSB Kelud Cahaya Muda
- SSB Mitra Surabaya (2000-2006)
- PON Jatim (2008)
Senior:
- Persekam Metro Fc (2007)
- PSBK Blitar (2008)
- Gresik United (2008-2009)
- Deltras Sidoarjo (2009-2010)
- Mitra Kukar (2010-2011)
- Persebaya 1927 (2011-2013)
- Persik Kediri (2013-2014)
- Persija Jakarta (2014-2015)
- Bintang Timur Surabaya (2016)
- Persebaya Surabaya (2017- sekarang)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-persebaya-hari-ini-populer-peran-ricky-kambuaya-rendi-irawan-mahmoud-eid-rapor-bajol-ijo.jpg)