BERITA PERSEBAYA Hari Ini Populer: Peran Ricky Kambuaya, Rendi Irawan, Mahmoud Eid & Rapor Baj Ijo
Rapor Bajul Ijo yang perlu diwaspadai. Diketahui Pelatih Aji Santoso memperkuat Persebaya, dengan pemain-pemain baru.
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.co.id - Berikut berita Persebaya hari ini populer, Selasa 25 Februari 2020.
Berita Persebaya hari ini populer diawali peran Ricky Kambuaya di Lini Tengah Persebaya Surabaya.
Dilanjut rapor Bajul Ijo yang perlu diwaspadai. Diketahui Pelatih Aji Santoso memperkuat Persebaya Surabaya, dengan kedatangan pemain-pemain baru.
Para pemain ini pun memegang kunci kekuatan persebaya musim depan.
Terakhir kabar Rendi Irawan tetap jadi pemain Persebaya Surabaya, sekalipun kantongi Lisensi Kursus Kepelatihan AFC.
Berikut selanjutnya berita Persebaya Surabaya hari ini populer:
1. Perkuat Lini Tengah Persebaya Surabaya Jelang Liga 1 2020
Gelandang Persebaya Surabaya, Ricky Kambuaya menjadi sorotan lantaran sepak terjangnya yang semakin memperkuat lini tengah skiuat bajul ijo.
Pemain asal Sorong, Papua ini mampu memotong bahkan merepotkan pertahanan lawan-lawannya.
Pergerakannya mampu merepotkan pertahanan lawan hingga ia berhasil membobol gol ke gawang Persija melalui skema sepak pojok yang dieksekusi Irfan Jaya.
"Ini pertama kali cetak gol bersama tim Liga 1 dan gelar pertama saya. Jadi saya sangat senang dan bangga sekali.
Gol dan gelar ini saya persembahkan untuk Bonek dan Bonita, kedua untuk keluarga yang selalu support saya," ungkapnya, dikutip dari laman Persebaya.id.
Lebih lanjut, Ricky senang Persebaya mempertontonkan performa yang konsisten, apalagi saat ini kick-off Liga 1 sudah menanti.
Ia menegaskan Bajul Ijo harus meningkatkan semangatnya setelah mendapatkan trofi Piala Gubernur 2020, sebab Persebaya Surabaya bertujuan untuk memboyong gelar juara Liga 1 dan ASEAN Club Championship (ACC) musim ini.
"Kami akan terus berjalan dan menggunakannya untuk membantu kami maju.
Kami tetap lapar gelar dan bertekad menangkan trofi sebanyak mungkin.
Dengan gelar ini kami bisa lebih semangat lagi, lebih giat bekerja keras untuk mencapai target bersama, yaitu juara di Liga 1 dan ASEAN," tandas Ricky.
Lantas, seperti apa biodata dan prestasi Ricky Kambuaya?
Melansir dari Wikipedia, Ricky Kambuaya lahir di Sorong, Papua pada 5 Mei 1996.
Ricky Kambuaya mengawali karier sepak bolanya melalui Pro Duta pada tahun 2015.
Ricky kemudian membela PS Mojokerto Putra pada tahun 2017-2018.
Saat itu, Ricky berhasil mencetak 16 gol dari 45 pertandingan yang diikutinya.
Ricky kemudian bermain dengan PSS Sleman pada tahun 2019-2020.
Dari 14 kali pertandingan, Ricky belum mencetak gol sama sekali.
Lalu, mulai tahun 2020 Ricky Kambuaya bergabung dengan Persebaya Surabaya.
Ricky Kambuaya berhasil mempersembahkan gol untuk bajul ijo saat laga melawan Persija Jakarta di Piala Gubernur Jatim 2020.
Sebelumnya, pelatih Persebaya, Aji Santoso akui sudah memantau Ricky Kambuaya sejak dua tahun lalu.
Saat itu pria berusia 23 tahun ini masih bermain di PSMP Mojokerto (2017-2018).
Sebelum akhirnya pemain kelahiran Sorong, Papua itu bermain di PSS Sleman (2019).
“Jujur ketika Ricky Kambuaya main di PS Mojokerto itu sudah saya pantau, anak ini saya tau punya kemampuan cukup bagus,” terang Aji Santoso pada Surya.co.id, Kamis (2/1/2020).
Bersama PSS Sleman di Liga 1 2019, Ricky tampil sebanyak 14 kali, berhasil sumbangkan satu gol dan satu assist.
Ricky diharapkan bisa menggantikan peran dua pemain gelandang Persebaya yang sebelumnya dilepas oleh Persebaya, Fandi Eko Utomo dan Misbakhus Solikin.
Selain dua pemain tersebut, Persebaya juga sebelumnya sudah resmi melepas enam pemain lain yang memperkuat Persebaya di Liga 1 2019
Diogo Campos (penyerang), Elisa Basna (winger), M. Solikin (gelandang), Otavio Dutra (bek), Novan Setya (bek), Andri Muliadi (bek), Imam Arief (kiper) dan Miswar Saputra (kiper).
“Mudah-mudahan bergabung dengan Persebaya, kualitas lebih menigkat dan akhirnya bisa membantu tim,” pungkas Aji Santoso.
2. Rapor Bajul Ijo yang Perlu Diwaspadai
Laga Pembuka Liga 1 2020 Persebaya vs Persik berlangsung Sabtu (29/2/2020) pukul 18.30 WIB.
Jelang laga pembuka Persebaya vs Persik, rapor tim berjulukan Bajul Ijo ini perlu diwaspadai.
Tak hanya oleh lawan pertama yaitu Persik Kediri, melainkan juga tim lawan lainnya.
Melansir Tribunnews.com berjudul "Analisis Lini Serang Persib Bandung, Persebaya Surabaya, & Persija Jakarta di Liga 1 2020", Persebaya Surabaya tercatat menjadi tim kedua paling produktif dalam urusan membobol jala gawang lawan sepanjang musim lalu.
Torehan 57 gol menjadi bukti tajamnya lini serang tim Bajul Ijo dalam keikutsertaannya berlaga di kompetisi Liga 1 2019.
David Da Silva menjadi tokoh utama dibalik tingginya produktifitas gol Persebaya Surabaya pada musim lalu.
Didatangkan pada paruh musim, David Da Silva berhasil menggantikan peran yang ditinggalkan oleh Amido Balde yang dilepas di pertengah musim karena performanya kurang memuaskan.
Dalam 17 penampilan yang ia lakoni, pemain berdarah Brasil tersebut berhasil menorehkan 14 gol dan 3 assist pada musim lalu.
Catatan statistik yang sangat gemilang bagi David Da Silva, dimana gelontoran gol demi golnya tersebut akhirnya membantu Persebaya Surabaya menempati posisi runner-up di Liga 1 2019.
David da Silva memang memiliki kemampuan secara menyeluruh, kecepatan, akurasi tendangan bahkan hingga sundulannya pun mematikan bagi setiap bek dan penjaga gawang lawan.
Berbagai atribut yang telah dimiliki David Da Silva diprediksi mampu membuat lini serang tim Bajul Ijo kembali memanas.
Apalagi tim Bajul Ijo menjadi salah satu kesebelasan yang cukup aktif pergerakannya di bursa transfer pemain sehingga beberapa wajah baru akan menghiasi skuat Persebaya Surabaya pada musim depan.
Aji Santoso pun tak segan untuk melakukan perombakan skuat sekaligus mendatangkan amunisi baru yang telah terbukti kualitasnya.
Sektor lini depan pun menjadi salah satu titik fokus Aji Santoso dalam memperkuat skuatnya di bursa transfer kali ini.
Kedatangan Mahmoud Eid dan Patrich Wanggai menjadi salah bukti Aji Santoso dalam menambah kualitas serangan Bajul Ijo pada musim depan.
Mahmoud Eid sendiri merupakan pemain kelahiran Swedia 26 tahun yang lalu.
Namun saat ini dirinya tercatat sebagai pemain berkebangsaan Palestina.
Mahmoud Eid lebih banyak menghabiskan waktunya berkarir di Swedia.
Sepanjang karirnya, Mahmoud Eid hanya sekali bermain di luar Swedia tepatnya Mjondalen (Norwegia) pada tahun 2018 lalu.
Selain itu, Mahmoud Eid juga pernah membela Timnas Palestina sebanyak 17 penampilan.
Pemain yang berposisi sebagai striker tersebut telah menorehkan total 164 penampilan sepanjang karirnya.
Torehan 46 gol dan 25 assist menjadi bukti performa gemilang yang mampu ditorehkan oleh sang pemain.
Dengan posisinya sebagai penyerang, maka Mahmoud Eid diprediksi akan menjadi duet mematikan baik bagi David Da Silva maupun Patrich Wanggai.
Direkrutnya nama-nama seperti Mahmoud Eid, Bayu Nugroho, Makan Konate, dan Hambali Tholib juga menjadi bukti keseriusan Aji Santoso menciptakan kekuatan di lini kedua guna meningkatkan produktifitas gol Persebaya Surabaya.
Misalnya, kedatangan Makan Konate tentu membuat para Bonek menaruh ekspetasi tinggi terhadap sang pemain guna menambah kualitas lini tengah Persebaya musim depan.
Makan Konate diharapkan mampu menambah kualitas penyerangan sekaligus menjadi pioner permain lini serang tim Bajul Ijo.
Ekspetasi tersebut tidak terlepas dari peran sentral yang dijalankan oleh Makan Konate bersama klub sebelumnya, Arema FC.
Makan Konate sendiri mampu menjadi pemain paling produktif di Arema FC dengan sumbangsih 16 gol dan 10 assists di sepanjang musim 2019.
Jumlah gol tersebut menjadi yang paling banyak di antara pemain-pemain Arema lainnya.
Penampilan apiknya pula yang membuat dirinya masuk nominasi pemain terbaik Liga 1 2019.
Kedatangan Makan Konate secara tidak langsung membuat Persebaya Surabaya berharap banyak terhadap performa pemain berdarah Mali tersebut.
Hadirnya Makan Konate akan menjadi berkah tersendiri bagi para penyerang Bajul Ijo mulai dari David Da Silva, Mahmoud Eid, dan Patrich Wanggai.
Selain itu, ada beberapa gelandang lain tim Bajul Ijo yang tidak kalah kualitasnya dengan Makan Konate dalam urusan menyerang.
Diantaranya yakni Hamba Tholib yang baru saja didatangkan dari Persela Lamongan.
Kelincahan dan eksploisifitas pemain berusia 19 tahun tersebut juga cukup mengagumkan di lini tengah.
Posisi gelandang sayap diprediksi akan menjadi rebutan bagi Muhammad Supriadi, Irfan Jaya, Bayu Nugroho dan Oktafianus Fernando.
Sektor tersebut juga menjadi pendukung daya ledak serangan Persebaya Surabaya dari lini kedua.
3. Pemain Persebaya Surabaya, Rendi Irwan Tetap Bermain Meski Kantongi Lisensi
Rendi Irawan, Pemain Persebaya Surabaya selalu absen laga Piala Gubernur Jatim 2020.
Belakangan absennya Rendi Irawan terjawab. Ternyata Rendi Irawan mengikuti kursus kepelatihan lisensi C AFC.
Gelandang Bajul Ijo itu pun dalam kondisi sehat dan tidak cedera.
Kabar ini dirilis laman resmi Persebaya Surabaya, Senin (24/2/2020).
Rendi Irawan mengikuti kursus kepelatihan di sebuah hotel tepatnya di Sengkaling, Malang.
Rendi Irawan menjalani serangkaian workshop selama hampir dua pekan.
Banyak pengalaman yang didapat pemain bernomor punggung 12 tersebut selama kursus kepelatihan.
"Ini pengalaman pertama kali ikut kursus lisensi, karena saya belum pernah sama sekali pegang tim junior atau ssb (sekolah sepakbola). Banyak hal positif yang belum saya tahu di dunia kepelatihan ini," ujar Rendi.
Selama kursus Rendi mengaku belajar banyak dari peserta lain yang mayoritas adalah mantan pelatih Elite Pro Academy dan Liga 3.
Hanya Rendi dan Slamet Nurcahyo (Madura United) yang masih berstatus pemain aktif.
Rendi mengaku mendapatkan dukungan dari peserta lain dalam diskusi atau pun menyelesaikan tugas yang diberikan.
"Yang membuat saya senang kemarin itu kalau biasanya kursus itu sendiri-sendiri, tapi kemarin justru bisa mengerjakan bareng," tutur Rendi.
Rendi Irawan mengaku, sekalipun dia mengikuti kegiatan kursus kepelatihan, namun pemain jebolan internal Persebaya ini masih sempat melihat kawan-kawannya berjuang saat Laga Piala Gubernur Jatim 2020.
"Instruktur juga sangat menyenangkan, maksudnya mereka welcome sama kita. Saat saya butuh waktu untuk menonton teman-teman, saya diijinkan, meskipun ya tidak full satu pertandingan," kata Rendi.
"Apalagi salah satu instrukturnya coach Kartono yang pernah pegang saya di Persebaya tahun 2011, jadi dia paham tentang Persebaya ketika saya ingin lihat (pertandingan)," imbuhnya.
Fokus Jadi Pemain
Rendi Irawan kini sudah memegang lisensi C AFC, meski begitu dia masih ingin fokus menjadi pemain Persebaya.
Rendi mengaku akan berjuang membela tim pada musim ini. Diketahui Persebaya Surabaya bertemu Persik Kediri pada laga pembuka Liga 1 2020 yang berlangsung 29 Februari.
"Saya belum berpikir sejauh itu (melatih tim), sekarang saya konsentrasi sebagai pemain, kemarin hanya diijinkan oleh manajemen dan pelatih buat pengalaman baru bagi saya, lagipula saya masih banyak belajar di dunia kepelatihan," pungkasnya.
Biodata Rendi Irawan
Nama Lengkap: Rendi Irwan Saputra
Kelahiran: Sidoarjo, 26 April 1987
Tinggi Badan: 156 cm
Berat Badan: 52 kg
Usia: 31 tahun
Klub: Persebaya Surabaya
Istri: Vera Hisma Putri
Anak:
- Revan Adhyasta Alaric
- Arkharega Razqa Atharis
Sosial Media: Instagram @rendiirwan12 dan Istrinya @verahismaputri
Karir
Junior :
- SSB Kelud Cahaya Muda
- SSB Mitra Surabaya (2000-2006)
- PON Jatim (2008)
Senior:
- Persekam Metro Fc (2007)
- PSBK Blitar (2008)
- Gresik United (2008-2009)
- Deltras Sidoarjo (2009-2010)
- Mitra Kukar (2010-2011)
- Persebaya 1927 (2011-2013)
- Persik Kediri (2013-2014)
- Persija Jakarta (2014-2015)
- Bintang Timur Surabaya (2016)
- Persebaya Surabaya (2017- sekarang)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-persebaya-hari-ini-populer-peran-ricky-kambuaya-rendi-irawan-mahmoud-eid-rapor-bajol-ijo.jpg)