Rabu, 22 April 2026

Bukti Jejak Virus Corona Masih Ada di Pasien yang Sembuh, Pakar Penyakit Pernafasan Ingatkan Hal ini

Beberapa kasus di China menemukan pasien sembuh dari virus corona masih menunjukkan jejak virusnya melalui tes asam nukleat.

Editor: Musahadah
Daily Mail
Sejumlah warga Kota Wuhan diisolasi karena diduga terinfeksi virus Corona. 

Kisah ini berawal saat media resmi pemerintah China merilis kisah sang perawat belum lama ini. 

Dalam siarannya, media pemerintah China menyebut Zhao Yu dijadwalkan melahirkan dalam 20 hari ketika laporan itu disiarkan.

Dia bersikeras harus tetap bertugas di Rumah Sakit Umum Zona Perang Cina Tengah, yang seperti rumah sakit lain di kota itu dipenuhi pasien virus corona.

Meskipun rekan-rekannya telah mencoba untuk memintanya istirahat di rumah, dia ingin berbagi beban.

Tetapi laporan yang memuji pengabdian perawat pada pekerjaannya tidak mendapatkan tanggapan positif di media sosial. 

Aksi Heroik Zhao Yu, Perawat Hamil 9 Bulan Tangani Pasien Virus Corona Justru Dicaci.
Aksi Heroik Zhao Yu, Perawat Hamil 9 Bulan Tangani Pasien Virus Corona Justru Dicaci. (handout)

Dikutip dari South China Morning Post, banyak pengguna media sosial justru mengemukakan kekhawatiran tentang sang perawat

Pasalnya, dia bekerja di lingkungan yang sangat menular dan sulit.

"Saya tidak tersentuh sama sekali - sebaliknya, saya marah," ujar seorang netizen yang menulisnya di kolom komentar  di Weibo, Twitter China.

"Bukankah seharusnya seorang wanita yang hamil sembilan bulan berada di rumah? Dia mengenakan pakaian pelindung yang tebal dan sulit baginya untuk bergerak. Apakah itu baik untuk bayinya? ,” sebut netizen lain. 

Huang Shan, perawat yang sudah bekerja pasca keguguran bayinya.
Huang Shan, perawat yang sudah bekerja pasca keguguran bayinya. (handout)

Hari berikutnya, sebuah laporan di Wuhan Evening News menceritakan kisah seorang perawat lain yang telah kembali bekerja hanya 10 hari setelah ia menjalani operasi setelah keguguran.

Dikatakan Huang Shan, 27, yang bekerja di Rumah Sakit Pusat Wuhan, seharusnya beristirahat selama 28 hari setelah prosedur, tetapi dia kembali dari cuti sakit jauh lebih awal karena wabah memburuk dan rekan-rekannya berjuang untuk mengatasi krisis.

Perawat biasanya bekerja di bidang onkologi, tetapi ketika dia kembali pada akhir Januari dia ditugaskan ke bangsal isolasi coronavirus. 

Hal ini pun dia rahasiakan dari keluarganya karena tidak ingin mengkhawatirkan mereka.

Awalnya dia merasa lelah dengan pekerjaan itu, tetapi setelah beberapa hari dia beradaptasi dengan lingkungan kerja yang penuh tekanan.

Hou Hongbin, seorang penulis feminis di Guangzhou, mengatakan laporan itu tidak sopan dan “tidak manusiawi” untuk membiarkan kedua perawat tetap bekerja.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved