Berita Blitar
Talud di Kali Putat, Dusun Cemade, Desa Kunir, Wonodadi Blitar Jebol, Kualitas Proyek Diduga Jelek
Beberapa proyek di wilayah Kabupaten Blitar pekerjaannya diduga tak berkualitas.
Penulis: Imam Taufiq | Editor: Parmin
SURYA.co.id | BLITAR - Beberapa proyek di wilayah Kabupaten Blitar pekerjaannya diduga tak berkualitas.
Sebab, belum ada dua bulan, proyek itu selesai dikerjakan sudah banyak yang tak bisa difungsikan karena ambrol.
Selain proyek plengsengan senilai Rp 428 juta, yang ada di Kali Abab, Desa Kuningan, Kecamatan Kanigoro, yang ambrol, Sabtu (15/2) malam lalu.
Kini sebuah Talud di Kali Putat, Dusun Cemade, Desa Kunir, Kecamatan Wonodadi ambrol.
Proyek senilai Rp 261 juta itu, ambrol pada Minggu (16/2) malam lalu.
Dan, ambrolnya tak tanggung-tanggung karena sepanjang 15 meter dari panjang keseluruhan 281 meter dan ketinggian 1,20 meter.
Dampaknya, air kali tak bisa dibendung lagi dan masuk ke persawahan.
Akibatnya, kini tanaman padi milik warga terendam banjir dan diperkirakan bakal gagal panen.
"Kok, bisa proyek (Talud) baru dibangun dan selesai pada 31 Desember kemarin (2019) kok bisa ambrol. Wong, ukuran kalinya juga kecil. Bahkan, meski hujan, air kalinya juga tak begitu meluap," ujar petani, yang enggan disebutkan namanya, dengan mengaku sangat kesal terhadap kejadian itu.
Akibat ambrolnya Talud itu, kini sawah warga kebanjiran. Dan, dipastikan, tanaman padinya yang kini baru berusia 25 hari, bakal gagal panen karena terendam air.
"Wong, dibangun Talud itu, agar petani bisa panen karena padinya aman dari banjir. Namun, kini Talud itu malah jebol," paparnya.
Karena itu, para petani minta agar Talud yang ambrol itu segera diperbaiki, supaya tanaman padinya tak membusuk akibat terendam air.
Terkait ambrolnya Talud itu karena ditengarai kualitas pengerjaan kurang bagus. Mungkin saja, tak ada kerangka besinya, sehingga tak ada hujan deras, termasuk tak ada luapan air kali, namun Talud setinggi 1,20 meter itu, ambrol sepanjang 15 meter.
Menanggapi banyaknya proyek yang belum ada dua bulan selesai dikerjakan, namun banyak yang ambrol itu, Sugianto, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Blitar, berang. Ia menilai, jangan-jangan pekerjaan proyek-proyek itu asal-aslan karena kurangnya pengawasan dari Dinas PU.
"Kami akan menginventarisir proyek-proyek yang ambrol itu. Itu akan kami jadikan bahan buat memanggil PU. Sebab, kami kasihan pada masyarakat yang terancam gagal panen akibat pekerjaan tak bagus tersebut," ujar politisi dari Partai Gerindra ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/talud-di-kali-putat-dusun-cemade-desa-kunir-kecamatan-wonodadi-ambrol.jpg)