Breaking News:

Piala Gubernur Jatim 2020

Bentrok Antar Suporter Semifinal Piala Gubernur Jatim di Blitar, Total Kerugian Capai Rp 254 Juta

Total kerugian itu berdasarkan pendataan yang dilakukan Bakesbangpol dan Penanggulangan Bencana Daerah (PBD) Kota Blitar.

SURYA.co.id/Samsul Hadi
Sejumlah motor yang rusak ringan dan rusak berat akibat kerusuhan suporter diamankan di Polres Blitar Kota, Rabu (19/2/2020). 

SURYA.co.id | BLITAR - Nilai kerugian yang dialami warga akibat peristiwa kerusuhan antar-kelompok suporter saat laga Semifinal Piala Gubernur Jatim 2020 antara Persebaya dan Arema FC di Stadion Supriyadi, Kota Blitar, mencapai Rp 254 juta.

Total kerugian itu berdasarkan pendataan yang dilakukan Bakesbangpol dan Penanggulangan Bencana Daerah (PBD) Kota Blitar.

Bakesbangpol menyebutkan ada beberapa warung tidak dibayar, rumah rusak, sepeda motor rusak, mobil rusak, dan areal persawahan rusak dalam peristiwa itu.

"Hasil pendataan kami, total kerugian akibat kerusuhan antar-kelompok suporter mencapai Rp 254 juta," kata Kepala Bakesbangpol dan PBD Kota Blitar, Hakim Sisworo usai rapat evaluasi penyelenggaraan pertandingan sepakbola itu dengan DPRD Kota Blitar, Kamis (20/2/2020).

Kepala Bakesbangpol dan PBD Kota Blitar, Hakim Sisworo.
Kepala Bakesbangpol dan PBD Kota Blitar, Hakim Sisworo. (surya.co.id/samsul hadi)

Bakesbangpol mencatat ada 11 warung yang tidak dibayar oleh kelompok suporter, 13 unit sepeda motor rusak, dua unit mobil rusak, dan 6,14 hektare sawah rusak akibat peristiwa kerusuhan antar-kelompok suporter.

Selain itu, juga ada enam orang terluka dan harus dirawat di rumah sakit akibat peristiwa itu.

Enam orang terluka itu, tiga warga Surabaya, satu warga Tulungagung, satu warga Kota Blitar, dan satu lagi warga Kabupaten Blitar.

Dua warga Surabaya yang mengalami luka para dirujuk ke RSUD Dr Soetomo dan satu warga Tulungagung dirujuk ke RSUD Dr Saiful Anwar Malang.

"Kami berkoordinasi dengan kelurahan dan Polres Blitar Kota dalam pendataan," ujarnya.

Dikatakan Hakim, hasil pendataan itu akan dikirim ke Pemprov Jatim.

Pemprov Jatim menyatakan akan menanggung kerugian yang dialami masyarakat akibat peristiwa kerusuhan antar-kelompok suporter di Kota Blitar.

"Kami akan rapat koordinasi dulu dengan tim, setelah itu hasil pendataan kami kirim ke Pemprov Jatim. Kami juga menunggu informasi dari provinsi terkait rencana pemberian uang pengganti kerugian yang dialami masyarakat akibat peristiwa itu," katanya.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved