Berita Madiun

Perpustakaan Daerah Kota Madiun Raih Akreditasi A dari Perpustakaan Nasional

Kata Hamid, sarana dan prasarana di perpustakaan Kota Madiun memang sudah sangat baik. Hal itu berpengaruh pada tingginya tingkat kunjungan.

Perpustakaan Daerah Kota Madiun Raih Akreditasi A dari Perpustakaan Nasional
surabaya.tribunnews.com/rahadian bagus
Bunda Baca Kota Madiun, Yuni Setyawati Maidi membacakan dongeng di depan anak-anak PAUD dan TK di Perpustakaan Daerah Kota Madiun. 

SURYA.co.id|MADIUN - Sembilan perpustakaan di Kota Madiun mendapatkan akreditasi A dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesua (Perpusnas). Satu di antara akreditasi tersebut diberikan kepada perpustakaan daerah yang dikelola oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Madiun.

"Saya hari ini mewakili Perpustakaan Nasional, karena setiap tahun ada pengawasan dan pembinaan yang dilakukan Perpusnas. Kira-kira perpustakaan mana yang sudah ada kemajuannya, yang sudah ada perbaikan-perbaikannya. Oleh sebab itu ada semacam pengakuan yakni akreditasi," kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Jawa Timur, Abdul Hamid, Kamis (13/2/2020) pagi.

Penghargaan berupa akreditasi A kepada Perpustakaan Daerah Kota Madiun ini diserahkan langsung kepada Wali Kota Madiun, Maidi.

Hamid menuturkan, sarana dan prasarana di perpustakaan Kota Madiun memang sudah sangat baik. Hal itu berpengaruh pada tingginya tingkat kunjungan ke perpustakaan.

Dikatakan Hamid, setiap tahun Perpusnas selalu melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap perpustakaan di daerah. Dalam kegiatan tersebut, Perpusnas juga memberikan penghargaan berupa akreditasi.

"Fungsinya sebagai indikator evaluasi bagi perpustakaan yang belum mendapatkan akreditasi terbaik agar termotivasi untuk meningkatkan pelayanan agar semakin baik.

Hamid menururkan, selain Perpustakaan Kota Madiun, ada delapan perpustakaan yang dikelola sekolah dan universitas yang juga mendapat akreditasi.

"Ada empat sekolah yang mendapat akreditasi A, empat sekolah akreditasi B, dan satu universitas akreditasi C. Jadi yang dinilai bukan perpustakaan daerah saja. Tetapi juga perpustakaan yang ada di sekolah maupun universitas," terang Hamid.

Kepada Pemkot Madiun, Hamid mengimbau kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Madiun untuk terus berinovasi agar minat baca masyarakat Kota Madiun semakin bertambah. Selain itu, juga membuat kegiatan yang dapat menumbuhkan semangat berliterasi di Kota Madiun.

‘’Ajak orang mencintai buku. Tidak hanya buku manual, tapi juga bisa buku digital,’’ pungkasnya.

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved