Rabu, 29 April 2026

Patung Dewa-Dewi Berbagai Daerah Sembahyang Bersama Klenteng Hoo Tong Bio Banyuwangi

Delapan patung dewa-dewi dari berbagai klenteng berkumpul di Banyuwangi, tradisi pertama kali digelar

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Wiwit Purwanto
Surya.co.id/Aflahul Abidin
SAMBUT - Penyambutan kedatangan patung dewa-dewi dari berbagai daerah di Klenteng Hoo Tong Bio Banyuwangi, Kamis (16/4/2026). Setelah patung dewa-dewi itu berkumpul, sembayang bersama akan dilaksanakan pada esok harinya atau Jumat (17/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Delapan patung dewa-dewi dari klenteng berbeda berkumpul di Banyuwangi untuk sembahyang.
  • Hari jadi ke-242 Klenteng Hoo Tong Bio dirayakan dengan tradisi unik “euni kimsin.”
  • Tradisi ini mempererat hubungan pengurus klenteng dari berbagai daerah di Indonesia.

 

SURYA.CO.ID BANYUWANGI - Sebanyak delapan pantung dewa-dewi dari delapan klenteng di berbagai wilayah di Indonesia dikumpulkan di Klenteng Hoo Tong Bio Banyuwangi, Kamis (16/4/2026).

Setelah patung dewa-dewi itu berkumpul, sembayang bersama akan dilaksanakan pada esok harinya atau Jumat (17/4/2026).

Didatangkannya patung dewa-dewi dari berbagai klenteng ini merupakan kali pertama di Kabupaten Banyuwangi.

Tradisi ini disebut sering digelar di klenteng-klenteng lain di wilayah Jawa Tengah.

Seluruh patung dewa-dewi tersebut ditempatkan di altar Yang Mulia Kongco Tan Hu Cin Jin sebagai tuan rumah. 

Baca juga: Patung Dewa Kwan Kong Nyaris Dicuri, Penjaga Klenteng Kwan Sing Bio Lakukan Ini 

Alexander, pengurus Kelenteng Hoo Tong Bio Banyuwangi, mengatakan, kedatangan para patung dewa-dewi disambut oleh seluruh pengurus klenteng.

Patung dewa-dewi itu dikirim oleh pengurus masing-masing klenteng ke Banyuwangi.

"Rupang-rupang itu berasal dari klenteng dari berbagai daerah. Seperti Jember, Lombok, Madiun, Pamekasan, Bangkalan, dan Surabaya," sambung dia.

Patung Dewa Dewi Kumpul Di Banyuwangi Dalam Rangka  HUT Klenteng Hoo Tong Bio

Alexander mengatakan, kedatangan patung dewa-dewi itu ke Banyuwangi dalam rangka Hari Ulang Tahun klenteng yang ke-242.

"Sebenarnya hari peringatannya sudah lewat, yaitu setelah perayaan bulan Maret. Namun karena waktunya berdekatan dengan kegiatan lain, perayaannya diundur ke bulan April," sambung Alexander.

Baca juga: Tiga Tahun Perbaikan, Klenteng Poo An Kiong Kota Blitar Difungsikan Kembali untuk Ibadah

Menurut dia, perayaan hari jadi klenteng dengan mendatangkan patung dewa-dewi merupakan kegiatan spesial.

"Biasanya acara seperti ini hanya berupa peribadatan biasa, di mana tamu datang tanpa membawa rupang. Namun tahun ini diadakan konsep “euni kimsin, yaitu setiap kelenteng membawa rupangnya masing-masing," ujar dia.

Menurut Alex, kegiatan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan antar pengurus dan umat dari berbagai klenteng.

"Jika biasanya mereka hanya datang sehari, kali ini mereka bisa berkumpul lebih lama, sembahyang bersama, dan saling mengenal lebih dekat," ujarnya.

Pihaknya berharap, kegiatan ini akan memunculkan hubungan harmonis antar pengurus klenteng di berbagai daerah berbeda.

"Selain itu, melalui kegiatan ini, setiap klenteng bisa saling mengenal pujaan utama masing-masing. Misalnya, ada kelenteng yang memuja Tan Hu Cin Jin, ada juga yang memuja Dewi Kuan Im, dan lainnya," ujar dia. (fla)

 

 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved