Gempa Bangkalan
Gempa Bangkalan 6,3 SR Tergolong Fenomena Langka, Warga Justru Tak Sadar & Baru Tahu setelah Ramai
Gempa Bangkalan berkekuatan 6,3 SR yang terjadi Kamis (6/2/2020) pukul 01.12 WIB tergolong tipe yang jarang terjadi.
Daryono juga berkata, di wilayah Indonesia gempa dengan hiposenter dalam banyak terjadi di Laut Jawa dan Laut Flores.
BMKG mencatat sejak 2016 di wilayah ini paling tidak sudah terjadi lebih dari 7 kali gempa dalam, sebagai berikut:
24 Agustus 2016 magnitudo 6,1 berpusat di Laut Flores pada kedalaman 537 km.
19 Oktober 2016 magnitudo 6,3 berpusat di Laut Jawa pada kedalaman 615 km.
5 Desember 2016 magnitudo 6,1 berpusat di Laut Flores pada kedalaman 517 km.
24 Oktober 2017 magnitudo 6,4 berpusat di Laut Flores-Banda pada kedalaman 557 km.
23 Juni 2018 magnitudo 5,3 berpusat di Laut Jawa pada kedalaman 662 km.
7 April 2019 magnitudo 6,3 berpusat di Laut Flores-Banda pada kedalaman 545 km.
19 Oktober 2019 magnitudo 6,1 berpusat di Laut Jawa pada kedalaman 623 km.
"Masih aktifnya deep focus earthquake di Laut Jawa dan Laut Flores merupakan bukti bahwa proses subduksic dalam di utara Pulau Jawa dan Kepulauan Sunda Kecil (NTB-NTT) hingga kini masih berlangsung," tutupnya.
Reaksi Warga Bangkalan
Meski baru saja diguncang gempa, warga Kabupaten Bangkalan tetap beraktivitas seperti biasa.
Seperti yang nampak di toko grosir H Abdurrahman Desa Jaddih Kecamatan Socah, Bangkalan.
"Kapan terjadi gempa?" tanya seorang ibu muda yang tengah menunggu antrean belanja kepada SURYA.co.id.
Mayoritas warga mengetahui telah terjadi gempa dari sanak saudara yang berada di perantauan.