Sambang Kampung

Warga RW 1 Tenggilis Mejoyo Pertahankan Tradisi Baksos, Gelar Sembako dan Pakaian Layak Pakai

Bakti sosial rutin RW1 Tenggilis Mejoyo setiap tahun dengan menjual sembako setengah harga dan menjual baju bekas layak pakai.

Warga RW 1 Tenggilis Mejoyo Pertahankan Tradisi Baksos, Gelar Sembako dan Pakaian Layak Pakai
foto:dok warga untuk surya.co.id
Bakti sosial rutin RW1 Tenggilis Mejoyo setiap tahun dengan menjual sembako setengah harga dan menjual baju bekas layak pakai. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Upaya mempertahankan tradisi bakti sosial di kawasan RW 1 Kelurahan Tenggilis Mejoyo terus dilakukan hingga saat ini.

Dengan dana sukarela yang terkumpul dari warga, setiap tahunnya warga membuka bakti sosial berupa bazar sembako murah dan penjualan baju bekas layak pakai.

Pengurus PKK, Ambar Setyowati mengungkapkan wilayah RW 1 merupakan bagian dari Perumahan Tenggilis Timur, sehingga warganya memiliki harapan dapat membantu masyarakat sekitar yang membutuhkan.

"Dana swadaya dari masyarakat itu kami belikan sembako dan kami jual setengah harga,"urainya.

Besarnya antusias warga untuk menjaga tradisi baksos membuat bingkisan sembako yang terkumpul mencapai 500 paket setiap tahunnya.

Setiap tahunnya panitia baksos ini digilir bergantian RT. Kemudin panitian akan blusukan ke kmpung sekitar perumahan untuk mnjual kupon baksos ataupun memberikannya cuma-cum pada warga yang tidak mampu dan lansia.

"Paketan sembako biasanya Rp60 ribu kami jual Rp30 ribu, tapi untuk warga yang tidak mampu kami ksih saja kuponnya jadi merek tinggal ambil nanti,"urainya.

Dalam setahun, biasanya warga memilih hari sebelum lebaran untuk menggelar baksos.

Selain sembako, baju layak pakai yang terkumpul bisa mencapai berkarung-karung. Baju sumbangan warga ini dijual dengn harga mulai Rp 1.000.

"Kalau baju biasanya nggak sampai habis, kemudian kami berikan pada warga Surabaya yang di pinggiran,"lanjutnya.

Ambar mengungkapkan tradisi ini membuat warga semakin guyup meskipun tidak semuanya ikut serta dalam proses baksos.

"Yang gerak ibu PKK biasanya, yang ibu rumah tangga, pensiunan. Kalau yang pekerja biasanya juga tetep support,"urainya.

Karena keguyuban kampungnya ini menurut Ambar tradisi baksos yang digelar sejak puluhan tahun lalu ini terjaga. Bahkan jumlahnya terus bertambah setiap tahunnya.

Susilaningsih, warga kampung mengungkapkan tradisi di kampungnya tersebut disambut baik oleh warga tiap tahunnya. Pasalnya warga bisa sehari melepaskan kesibukan dan berinteraksi dalam baksos.

"Jadi semua kumpul saling bantu di acara itu, ibu-ibunya juga seneng ada acara di kampung. Biasanya semua banyak yang sibuk kerja,"pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved