Breaking News:

Polisi ini Tega Tiduri Istri Orang yang Sedang Hamil 7 Bulan, Kapolres Takut Si Wanita Bunuh Diri

Polisi ini Tega Tiduri Istri Orang yang Sedang Hamil 7 Bulan, Kapolres Takut Si Wanita Stres dan Bunuh Diri.

Editor: Tri Mulyono
Youtube
Ilustrasi Polisi ini Tega Tiduri Istri Orang yang Sedang Hamil 7 Bulan, Kapolres Takut Si Wanita Bunuh Diri 

SURYA.CO.ID, BANTAENG - Kasus perselingkuhan yang melibatkan oknum anggota polisi kembali terjadi.

Di Surabaya sebelumnya, seorang oknum perwira Polrestabes Surabaya dilaporkan selingkuhi dua wanita bersuami hingga akhirnya dilaporkan ke Propam.

Terbaru seorang oknum polisi di Sulawesi Selatan tertangkap basah tiduri istri orang yang sedang hamil 7 bulan.

Kejadian tersebut terjadi pada Jumat (24/1/2020) lalu.

Dikutip dari makassar.tribunnews.com (grup Surya.co.id), awalnya sang suami sedang pergi untuk membeli tali.

Namun ketika pulang ke rumah, dirinya melihat sang istri berinisial JU, sedang berada di kamar bersama dengan seorang anggota polisi.

Anggota polisi itu berinisial Bripka BA (42).

Bripka BA merupakan anggota kepolisian yang bertugas di Kepolisian Sektor Pajukukang, Polres Bantaeng.

Polisi itu melakukan perzinahan di dalam kamar di rumah JU di Desa Papanloe, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Lokasinya, tak jauh dari Mapolsek Pajukukang, KabupatenBantaeng, Sulsel.

Suami JU mendapati keduanya tidak mengenakan baju sama sekali.

Keduanya hanya menyisakan celana dalam saja.

Melihat hal tersebut, suami JU emosi dan terlibat baku hantam dengan Bripka BA.

Selanjutnya, suami JU langsung membuat laporan terkait temuannya itu.

Suami JU juga melapor pada Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) mengenai tindakan yang dilakukan oleh Bripka BA.

Laporan itu terkait dengan pelanggaran kode etik dan disiplin sebagai anggota kepolisian.

Kini Bripka BA telah diamankan di Mapolres Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Kapolres Bantaeng, AKBP Wawan Sumantri menuturkan anggotanya akan diproses sesuai dengan hukum.

Hukuman pidana maupun pelanggaran kode etik telah dilaksanakan.

Bahkan AKBP Wawan menjelaskan Bripka BA bisa dipecat dari anggota kepolisian.

Hingga saat ini, pidana yang akan diterima oleh Bripka BA adalah penjara selama sembilan bulan.

"Dilaporkan sudah, pidana dan kode etiknya juga sudah jalan," terang AKPB Wawan yang dikutip dari makassar.tribunnews.com.

"Anggota saya juga sudah ditahan, internal ya."

"Keluarga juga sudah ketemu dengan saya," imbuhnya.

AKBP Wawan juga menghimbau agar kasus ini tidak dibesarkan.

Hal tersebut dikarenakan kondisi JU yang tengah hamil.

AKBP Wawan takut akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti stres dan bunuh diri.

"Kita harap ini tidak dibesar-besarkan, karena JU sedang hamil tujuh bulan," ungkap AKBP Wawan yang dikutip dari makassar.tribunnews.com.

"Nanti dia stres dan nekat bunuh diri," lanjutnya.

Dilansir dari makassar.tribunnews.com, baik JU dan suami, ternyata akrab dengan Bripka BA.

Diketahui, JU dan sang suami berjualan di kantin Mapolsek Pajukukang.

Namun ternyata JU memiliki hubungan asmara dengan Bripka BA.

Keduanya akhirnya nekat untuk melakukan tindakan yang terlarang. 

Kasus di Surabaya

Seorang suami dari Keputih, Surabaya, W (40) menceritakan kronologi dugaan perwira polisi selingkuhi istrinya. Tepergok di malam hari.

Wanita yang menjadi istri sahnya berinisial SH (39) diduga selingkuh dengan perwira polisi yang bertugas di Polrestabes Surabaya.

SH yang sehari-hari berjualan ayam geprek di wilayah Manyar Surabaya kerap pulang malam.

W mulanya mencurigai istrinya selingkuh dari sikapnya yang berubah. 

Suatu saat, W membuntuti istrinya sepulang dari jualan ayam geprek.

Saat itu, W melihat istrinya pulang dibonceng temannya. Namun, ia curiga ketika melihat istrinya lewat jalan Mer.

Istrinya lalu tiba-tiba berhenti di depan Kampus C Unair.

"Istri saya turun di situ, kemudian ditinggal sama temannya, gak lama datang Ipda GT. Pas istri saya naik motornya langsung saya samperin.

Ngakunya mau latihan Pramuka. Tapi kok malam-malam itu jam 19.00 WIB.

Saya bertengkar saya suruh pulang istri saya," kata W saat ditemui SURYA.co.id, Rabu (13/11/2019) malam sambil terlihat emosional.

Setelah kejadian itu, hubungan W dan SH tak lagi harmonis.

Bahkan, sang istri menggugat cerai dirinya.

Pergoki chat dan Foto Mesra di hotel

W dan SH sudah 20 tahun membina rumah tangga. W mengakui, kini rumah tangganya hancur setelah kedatangan orang ketiga.

Karena kecurigaan itu, W pun melihat isi Hp istrinya.

"Saya ini sabar. Karena saya curiga saya ambil handpone istri saya.

Terus saya lihat chatnya sama Ipda GT dengan nama "komandan" di handpone, ternyata ada foto-foto di hotel sekitar bulan Agustusan," tambahnya.

Informasi menyebut, Ipda GT permah menjabat di fungsi Binmas Polsek Sukolilo Surabaya.

Saat ini Ipda GT berdinas di Dalmas Sat Sabhara Polrestabes Surabaya.

"Karena Binmas itu kan ada kegiatan masyarakat. Kenalnya sama istri saya lewat situ," lanjut pria yang bekerja sebagai sopir ini.

Saat ini kedua pasangan suami istri tersebut belum cerai secara hukum.

"Anak saya dua. Saya masih proses cerai baru-baru ini. Belum sah secara hukum," terang W.

Kepada Surya.co.id, W meyakinkan diri untuk bercerita perihal masalah rumah tangganya usai menyimpan bukti chat dan foto mesra SH dan Ipda GT di sebuah hotel.

"Saya rampas handpone istri saya, disitu ternyata banyak chat dengan Ipda GT.

Di HP namanya komandan.

Mulai chat mesra hingga menjurus ke hal yang tak senonoh," beber W.

Sementara itu, Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Leonardus H Simarmata menegaskan tidak akan memberi ruang bagi anggotanya yang bertindak indispliner.

Leo berjanji akan memproses oknum anggota yang bermasalah tersebut secara tegas.

"Yang bersangkutan akan kami proses dan hukum berat," tegasnya singkat. (*)

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved