Citizen Reporter
Tim Periset LPDP LP2M Universitas Jember Kembangkan Potensi Budaya Using melalui Industri Kreatif
Tim Periset LPDP LP2M Universitas Jember Kembangkan Potensi Besar Budaya Using melalui Industri Kreatif
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.co.id - Budaya Using menjadi tradisi yang kaya makna. Bukan hanya Seblang sebagai tontonan, melainkan juga dapat dikembangkan melalui industri kreatif.
Paling tidak, ada lima pengembangan yang dilakukan Tim Periset LPDP LP2M Universitas Jember.
Mereka membuat pelatihan pembuatan batik gandrung, pembuatan film dokumenter, penulisan dan pembacaan narasi Seblang Bakungan, penulisan cerita rakyat berbasis gandrung dan ritual Seblang, serta manajemen industri kreatif.
Desain batik gandrung sudah dipamerkan pada acara ekspo produk yang diselenggarakan 31 Juli 2019 di Universitas Jember.
Film dokumenter tentang ritual Seblang Bakungan juga sudah bisa disaksikan.
Naskah narasi Seblang Bakungan sudah digunakan dan dipraktikkan pada penyelenggaraan Seblang Bakungan pada 2018 dan 2019.
Demikian juga dengan pelatihan penulisan cerita rakyat yang menghasilkan enam cerita rakyat yang dimuat dalam buku Modul Cerita Rakyat.
Pada pelatihan manajemen industri kreatif, peserta pelatihan yang semuanya anak muda dibekali materi agar mereka dapat berwirausaha.
Menurut Novi Anoegrajekti, Ketua Tim Periset LPDP LP2M Universitas Jember, Riset Produktif berjudul “Optimalisasi Potensi Budaya Using dan Industri Kreatif Banyuwangi untuk Meningkatkan Produktivitas dan Kesejahteraan” tahun kedua itu berlangsung pada 2019 dan merupakan tindak lanjut dari riset tahun pertama.
Sebagai tanggung jawab di bidang akademik, riset itu sudah menjadi beberapa artikel ilmiah yang dipresentasikan dalam berbagai forum pertemuan ilmiah, termasuk termasuk kuliah umum di Universitas Negeri Jakarta dan di Universitas Gadjah Mada.
“Luaran lainnya berupa naskah legal drafting Ranperda Optimalisasi Potensi Budaya Banyuwangi dan tiga modul pelatihan. Dua modul lagi masih dalam proses penerbitan. Keempat modul yang terbit sudah mendapatkan HKI. HKI dari film pendek mengenai ritual Seblang Bakungan. Kelima modul yang dihasilkan akan diserahkan kepada mitra riset, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar dapat dimanfaatkan untuk memberikan pelatihan-pelatihan sejenis,” papar Novi.
Paparan itu disampaikan dalam monitoring dan evaluasi diselenggarakan di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Jumat (24/1).
Saat itu hadir reviewer dari LPDP yang diketuai Sumardjo, tim periset, dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi.
Selain itu,Aekanu Hariyono sebagai Ketua Yayasan Kiling Osing Banyuwangi, Supinah yang menjadi Ketua Sanggar Tari Sayu Sarinah, serta perwakilan peserta pelatihan keterampilan juga datang.
Melalui pelatihan-pelatihan itu, saat ini semakin banyak tenaga terampil yang mampu menghasilkan produk inovatif yang berpotensi meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/tim-periset-lpdp-lp2m-universitas-jember-kembangkan-potensi-budaya-using-melalui-industri-kreatif.jpg)