Minggu, 12 April 2026

Sambang Kampung Kelurahan Keputih Surabaya, Warga RT 8 RW 2 Manfaatkan Panel Surya untuk Hidroponik

Sejak setahun belakang, warga kampung aktif berkebun, dengan cara hidroponik.

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti | Editor: Pipit Maulidiya
SURYA/ SUGIHARTO
Warga RT 8 RW 2 Kelurahan Keputih Surabaya sedang merawat tanaman hidroponik yang memanfaatkan panel surya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Berkebun dengan media tanam air atau yang biasa disebut hidroponik semakin banyak digemari. Terutama warga perkotaan yang memiliki lahan sempit.

Seperti halnya yang dilakukan oleh warga RT 8 RW 2 Sukolilo Dian Regency, Kelurahan Keputih Surabaya.

Sejak setahun belakang, warga kampung aktif berkebun, dengan cara hidroponik.

Bahkan mereka juga memanfaatkan energi alternatif yakni solar cell atau panel surya.

Panel Surya digunakan untuk mengubah energi cahaya matahari menjadi tenaga listrik untuk menggerakkan pompa irigrasi hidroponik.

"Awalnya belum terpikir untuk memakai solar cell. Kemudian, ada seorang warga, yang juga seorang dosen, menginformasikan tentang pemakaian solar cell. Akhirnya kami tertarik," ungkap Arie Sunarno, ketua RT 8 RW 2 Kelurahan Keputih Surabaya, Rabu (8/1).

Warga RT 8 RW 2 Kelurahan Keputih Surabaya sedang merawat tanaman hidroponik yang memanfaatkan panel surya.
Warga RT 8 RW 2 Kelurahan Keputih Surabaya sedang merawat tanaman hidroponik yang memanfaatkan panel surya. (SURYA/ SUGIHARTO)

"Kami mulai memakai solar cell sejak panen kedua, sekitar empat bulan lalu. Pada mulanya kami hanya menggunakan yang kapasitasnya 50 watt kemudian kami tambah lagi 100 watt," tambah Arie memaparkan.

Arie menganggap, panel surya dipilih karena warga ingin menggunakan tenaga yang ramah lingkungan.

"Untuk membelinya, warga iuran. Harganya memang tidak murah. Untuk yang 50 Watt harganya sekitar Rp 500 ribu. Sementara yang 100 Watt sekitar Rp 1 juta. Semua kami beli dari uang iuran," kata Arie.

Selain lebih ramah lingkungan, Arie merasa panel surya memberikan keuntungan yakni menghemat listrik.

"Menggunakan panel surya, kami tidak habis banyak token. Kalau (listrik) untuk hidroponik kan berputar terus. Kalau pakai tenaga surya, akan lebih hemat. Mudah-mudahan cuacanya panas terus. Kalau misalnya tidak ada sinar matahari, maka nanti akan menggunakan listrik biasa," Arie menerangkan.

Tri Priyanto, Faskel Keputih Surabaya menyampaikan, penggunaan panel surya di taman hidroponik di RT 8 RW 2 Keputih Surabaya mendukung Pemerintah Surabaya dalam mewujudkan smart city.

"Memanfaatkan teknologi alternatif merupakan cara pintar yang dilakukan warga. Selain ramah lingkungan, panel surya juga menghemat pengeluaran biaya listrik," kata Tri.

Warga, lanjutnya, dapat menerjemahkan secara baik harapan pemerintah. Ia pun berharap yang dilakukan oleh warga tersebut dapat menginspirasi warga di tempat lain.

"Semoga di wilayah Keputih bisa menjadi lebih hijau dan mewujudkan wisata kampung yang berbasis lingkungan," ia mengatakan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved