Jumat, 24 April 2026

Berita Blitar

Penampungan Kotoran Sapi di Blitar Diduga kembali Meluap Cemari Sungai, begini Reaksi Warga Sekitar

Warga Dusun Genjong dan Dusun Serahkencobg dibuat panik karena mendadak terjadi luapan limbah yang menerjang sungai di desanya, Kamis (2/1/2020).

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Parmin
surya.co.id/imam taufiq
Sungai yang melintas di Dusun Genjong dan Dusun Serahkencog berwana cokekat kehitaman diduga dari luapan kotoran sapi. 

SURYA.co.id | BLITAR - Kekhawatiran warga Desa Ngadirengo, Kecamatan Wlingi, terhadap meluapnya limbah kotoran sapi diduga dari lokasi peternakan sapi seluas 23 hekrare (Ha), terbukti.

Warga Dusun Genjong dan Dusun Serahkencobg dibuat panik karena mendadak terjadi luapan limbah yang menerjang sungai di desanya, Kamis (2/1/2020).

Itu terjadi bersamaan hujan deras yang terjadi selama tujuh jam atau baru reda sekitar pukul 21.00 WIB. Ketakutan warga itu karena bukan sekali ini terjadi banjir kotoran sapi yang meluap di sungainya.

Malah, setahun lalu atau bersamaan hujan deras iuga, terjangan limbah itu sampai ke persawahan, hingga membuat tanaman padi rusak.

Termasuk, juga menghanyutkan lima ekor sapi warga, dan ditemukan sudah mati.

Tak terkecuali, kandangnya, yang ada pinggiran perkampungan Dusun Genjong, juga ambruk karena diterjang banjir lumpur bercampur kotoran sapi, yang saat itu diakibatkan tanggul limbah kotoran sapi itu ambrol.

"Kami semua ya waswas karena takut seperti kejadian setahun yang lalu terulang kembali. Selain itu, yang membuat warga terganggu, karena bau limbah kotoran sapi yang membajiri sungai iti, menyengat (badek)," ujar Pipit Handoko, Kasun Genjong, Jumat (3/1/2019).

Menurutnya, kejadian itu berlangsung saat hujan deras pada petang hari.

Awalnya, kondisi air sungai keruh, kemudian berbau. Tak berselang lama, warna airnya berubah jadi kehitam-hitaman.

Bersamaan, air sungai meluap dengan kondisi tak wajar atau hampir masuk ke rumah warga, yang berada di tepi sungai tersebut.

Melihat kejadian yang serupa dengan tahun lalu itu, diduga limbah kotoran sapi berasal dari lokasi peternakan yang ada di atas Dusun Genjong atau berada di bukit Serahkencong.

"Kalau tahun lalu kan akibat tanggul limbah milik peternakan itu tak kuat menahan luapan limbahnya, hingga akhirnya tanggul itu jebol. Namun, saat ini kami belum tahu, apa penyebabnya. Sebab, belum ada keterangan dari pihak perusahaan (peternakan sapi)," ungkapnya.

Yang jelas, papar dia, warga dua dusun itu tak mau terus-terusan dibuat waswas atas kejadian seperti itu.

Mereka minta agar pihak peternakan yang memiliki ribuan ekor sapi perah itu segera memperbaiki kolam limbahnya.

Jika tidak atau hanya janji-janji saja, maka warga yang akan kena dampaknya terhadap luapan limbah kotoran sapi tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved