Berita Jember
BPBD Jember Distribusi Air Bersih dan Sosialisasi KLB Hepatitis A
BPBD Jember melakukan kegiatan respon cepat menyusul ditetapkannya status KLB (kejadian luar biasa) Hepatitis A di Kabupaten Jember
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: irwan sy
KLB ini menyusul terjadinya peningkatan kasus setiap pekannya.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Jember, ditemukan 217 kasus sejak 16 November hingga 25 Desember 2019.
Rincian 217 kasus itu adalah 82 kasus positif sudah terkonfirmasi laboratorium, dan belum konfirmasi lab 135 kasus.
Masih dari data Dinkes Jember, telah terjadi peningkatan kasus sejak minggu ke 45 hingga minggu ke 51, yakni minggu 45 sebanyak 9 kasus, minggu 46 sebanyak 19 kasus, minggu 47 sebanyak 23 kasus, minggu 48 sebanyak 27 kasus, minggu 49 sebanyak 30 kasus, minggu 50 sebanyak 32 kasus dan minggu 51 sebanyak 40 kasus.
Penyebaran hepatitis A ditemukan di sejumlah kecamatan yang dilaporkan oleh masing-masing Puskesmas.
Puskemas Sumbersari menangani 79 kasus, atau menjadi Puskesmas yang jumlah pasien hepatitis A tertinggi.
Kemudian disusul Puskesmas Sukowono (44 kasus) dan Mangli Kecamatan Kaliwates (31).
Penyakit hepatitis A adalah peradangan organ hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A (HAV) yang menyebar/menular melalui fecal-oral (melalui makanan/minuman yang tercemar hepatitis A, biasanya ditularkan oleh lalat yang menghinggapi tinja penderita hepatitis A).
Ciri-ciri penderita hepatitis A biasanya diikuti demam yang tinggi, lesu dan lelah, mual dan muntah, tidak nafsu makan, mata dan pangkal kuku berwarna kuning serta air kencing berwarna teh pekat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/air-bersih-klb-hepatitis-a-jember.jpg)