Berita Jember
BPBD Jember Distribusi Air Bersih dan Sosialisasi KLB Hepatitis A
BPBD Jember melakukan kegiatan respon cepat menyusul ditetapkannya status KLB (kejadian luar biasa) Hepatitis A di Kabupaten Jember
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: irwan sy
SURYA.co.id | JEMBER - Petugas Dinas Kesehatan, Puskesmas Sumbersari, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember melakukan kegiatan respon cepat menyusul ditetapkannya status KLB (kejadian luar biasa) Hepatitis A di Kabupaten Jember, Sabtu (28/12/2019). Petugas gabungan dibantu sejumlah relawan mahasiswa mendatangi kawasan kampus, salah satu kawasan yang menjadi daerah endemik penyebaran hepatitis A di Jember.
Petugas melakukan sosialisasi kepada para pedagang di beberapa ruas jalan di kawasan kampus. Pedagang yang disasar adalah pedaganga kaki lima, juga warung di tepi jalan.
Petugas menyosialisasikan status KLB itu, serta mengajak pelaku usaha makanan itu menjaga kebersihan demi memutus mata rantai penyebaran hepatitis A. Petugas juga memberikan penyuluhan menyajikan makanan sehat, serta menjaga kebersihan di tempat jualannya.
Petugas juga membagikan celemek, penutup kepala, juga cairan pembersih tangan. Mereka juga membagikan selebaran yang berisikan tips pencegahan penyebaran hepatitis A.
Sedangkan petugas dari BPBD mendistribusikan air bersih ke sejumlah pedagang kaki lima.
Beberapa ruas jalan yang disasar antara lain Jl Kalimantan, Jl Jawa, Jl Sumatra, dan Jl Mastrip.
Kepala Seksi di Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Jember Arif Yoni Setiawan menuturkan, kegiatan tersebut merupakan respon cepat lintas sektoral menyusul penetapan KLB hepatitis A di Jember.
"Jadi kami melakukan respon cepat, bergerak bersama. Kami lakukan penyuluhan tentang menjaga kebersihan, pembagian beberapa alat seperti celemek, juga distribusi air bersih dari BPBD Jember," ujar Arif.
Menurutnya kasus hepatitis A tidak muncul dalam jumlah banyak beberapa tahun terakhir.
Bahkan status KLB terakhir terjadi sekitar 10 tahun lalu. Namun ternyata saat ini terjadi lagi lonjakan kasus pasien terserang hepatitis A di Jember.
Akibatnya Bupati Jember Faida menetapkan status KLB hepatitis A tersebut mulai 26 Desember.
Sedangkan Plt Kepala BPBD Jember M Satuki menuturkan pihaknya membagikan air bersih kepada pelaku usaha terutama pedagang makanan kaki lima yang banyak berjualan di tepi jalan di kawasan kampus.
"Harapan kami mereka memakai air bersih. Kami juga melakukan edukasi, supaya saat membersihkan peralatan makan itu memakai air yang cukup. Menutup tempat air. Dan sebenarnya kalau bisa memakai air yang mengalir," ujar Satuki.
Sejumlah pihak yang melakukan respon cepat tersebut berharap penyebaran hepatitis A bisa segera mereda.
Seperti diberitakan, Bupati Jember menetapkan Kabupaten Jember mengalami kejadian luar biasa (KLB) Hepatitis A.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/air-bersih-klb-hepatitis-a-jember.jpg)