Video Call Terakhir Puja, Tak Mengira Ibu dan Adiknya Tewas Akibat Kecelakaan Bus Sriwijaya

Duka menyelimuti keluarga Puja (18). Ibu dan adiknya jadi korban kecelakaan bus Sriwijaya masuk jurang Lematang.

Editor: Iksan Fauzi
(ANTARA FOTO/BASARNAS PALEMBANG)
Petugas gabungan dari SAR Pagaralam, TNI, Polri, BPBD dan Tagana melakukan evakuasi Bus Sriwijaya rute Bengkulu - Palembang yang mengalami kecelakaan di Liku Sungai Lematang, Prahu Dipo, Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Rabu (25/12/2019). Hasil evakuasi dan pencarian korban pada hari kedua tercatat total jumlah korban meninggal sebanyak 35 orang dan korban selamat sebanyak 13 orang . 

SURYA.co.id | PALEMBANG - Duka menyelimuti keluarga Puja (18). Ibu dan adiknya jadi korban kecelakaan bus Sriwijaya masuk jurang Lematang.

Ia tak mengira, video call dua hari sebelum kejadian merupakan terakhir kalinya berbincang dengan ibu dan adik bungsunya.

Puja empat bersaudara. Dia anak kedua. Kakaknya sudah menikah. Sedangkan adiknya yang ketiga masih sekolah. 

Otomatis, dialah yang menggantikan posisi ibunya untuk merawat adiknya itu.

Kecelakaan Bus Sriwijaya di Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Tengah, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Senin (23/12/2019) dini hari mengejutkan Puja.

Ibu Puja, Nyimas Fitria (40) dan adiknya, Raisa (5) dinyatakan tewas dalam kecelakaan maut tersebut.

Keduanya telah dimakamkan di tempat terpisah.

Nyimas dimakamkan di TPU Talang Kerangga, sementara Raisa di TPU Bukti Lama, Kecamatan Makrayu, Palembang.

Puja bercerita, ibu dan adiknya berada di Bengkulu sejak 5 Desember 2019 untuk menghadiri acara pernikahan keluarga.

Puja (18) menujukkan foto ibu dan adiknya yang mnjeadi korban kecelakaan bus Sriwijaya yang jatuh ke jurang saat melintas di Liku Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Tengah , kota Pagaralam, Sumatera Selatan.
Puja (18) menujukkan foto ibu dan adiknya yang mnjeadi korban kecelakaan bus Sriwijaya yang jatuh ke jurang saat melintas di Liku Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Tengah , kota Pagaralam, Sumatera Selatan. ((KOMPAS.com/AJI YK PUTRA))

Dua hari sebelum kejadian, adik ke empatnya itu sempat melakukan video call.

Dalam sambungan video call itu, Raisa minta dibelikan topi dan jalan-jalan.

"Kami janji mau ke pasar, untuk beli topi Raisa setelah sampai Palembang.

Tapi ternyata adik dan ibu saya jadi korban kecelakaan itu," kata Puja, saat berbincang dengan Kompas.com di kediamannya, Kamis (26/12/2019).

Malam sebelum kecelakaan, Puja mengaku sulit tidur.

Ia terus terpikir adik dan ibunya yang saat itu sedang dalam perjalanan ke Palembang.

Pagi setelah itu, ia pun dibuat terkejut setelah mendapatkan kabar bahwa bus Sriwijaya yang ditumpangi oleh ibu dan adiknya jatuh ke jurang.

Tanpa berpikir panjang, Puja yang saat itu sedang berada di Kota Prabumulih langsung menuju Palembang untuk pulang ke rumahnya di jalan KH Faqih Usman lorong Sintren, Kelurahan 3/4 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu 1 Palembang.

"Sepanjang jalan saya cuma bisa menangis, ingat ibu sama adik saya.

Kami ada empat saudara, saya anak kedua, adik saya yang meninggal bungsu," ujar dia.

Puja akan menggantikan peran ibunya.

Di mana satu adiknya lagi saat ini masih sekolah dan duduk di bangku SMP.

"Kakak saya sudah menikah, satu adik saya masih sekolah.

Sekarang saya yang akan gantikan ibu untuk mengurusnya," kata Puja.

Kecelakaan bus Sriwijaya yang jatuh ke jurang di Liku Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Tengah, telah menelan 35 korban jiwa dan 13 orang luka-luka.

Pihak kepolisian serta KNKT saat ini sedang melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab bus tersebut terjun bebas ke jurang.

35 jenazah korban Bus Sriwijaya diserahkan ke keluarga

Salah satu jenazah korban kecelakaan bus Sriwijaya yang sudah berhasil diidentifikasi saat diserahkan kepada pihak keluarga di Rumah Sakit (RS) Besemah kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Kamis (26/12/2019).
Salah satu jenazah korban kecelakaan bus Sriwijaya yang sudah berhasil diidentifikasi saat diserahkan kepada pihak keluarga di Rumah Sakit (RS) Besemah kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Kamis (26/12/2019). ((KOMPAS.COM/AJI YULIANTO KASRIADI PUTRA))

Sebelumnya, sebanyak 35 korban kecelakaan bus Sriwijaya telah diserahkan kepada pihak keluarga.

Jenazah terakhir yang berhasil diidentifikasi adalah Sari Sartika (41) yang tercatat sebagai warga Jalan Kasnariansyah, Kecamatan Ilir Timur I Palembang.

Ia ditemukan pada hari kedua evakuasi. Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Sumsel Kombes Syamsul Bahar mengatakan, seluruh jenazah korban kecelakaan bus yang ditemukan jatuh di Sungai Lematang saat ini telah teridentifikasi.

Berdasarkan data yang mereka terima, sampai saat ini seluruh korban kecelakaan bus yang terdata adalah 35 orang dengan rincian 16 laki-laki dan 19 perempuan.

Bahkan, sembilan di antaranya adalah anak-anak.

"Seluruh korban yang tewas sudah diserahkan kepada pihak keluarga, terakhir yang teridentifikasi adalah atas nama Sari Sartika warga Palembang,"kata Syamsul, Kamis (26/12/2019).

Proses identifikasi terhadap jenazah Sari, menurut Syamsul, memang sedikit memakan waktu.

Di mana korban tidak membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan identitas pendukung lainnya.

Selain itu, dari sidik jari yang mereka terima juga sempat tidak teridentifikasi.

"Setelah dilakukan beberapa kali percobaan akhirnya sidik jari tersebut cocok.

Sampai saat ini seluruh korban tewas sudah teridentifikasi," ujarnya.

Kepala RSUD Besemah Dian Netha Inggriani menambahkan, untuk 13 korban yang mengalami luka-luka sampai saat ini masih dilakukan perawatan.

Para korban tersebut rata-rata mengalami luka di bagian wajah serta disposisi tulang.

"Ada satu pasien yang patah tulang. Kondisi mereka saat ini sudah sadar, karena memang ketika dievakuasi semuanya dalam kondisi sadar," ungkapnya.

Berikut daftar nama penumpang 35 penumpang bus Sriwijaya yang tewas

Proses evakuasi penumpang bus Sriwijaya rute Bengkulu-Palembang yang terperosok dalam jurang di Liku Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Selasa (24/12/2019). Akibat kecelakaan tersebut, 24 orang penumpang dikabarkan meninggal dan 13 orang selamat.
Proses evakuasi penumpang bus Sriwijaya rute Bengkulu-Palembang yang terperosok dalam jurang di Liku Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Selasa (24/12/2019). Akibat kecelakaan tersebut, 24 orang penumpang dikabarkan meninggal dan 13 orang selamat. (Kolase HANDOUT/BASARNAS PALEMBANG)

1. Rizki Saputra, laki-laki (16 tahun) warga Pergito, Muara Enim, Sumsel

2. Sonia, perempuan (17) warga Pergito, Muara Enim,Sumsel

3. Kelvin Andeka, laki-laki (16) warga Desa Kepahiyang, Bengkulu

4. Okti Karusniati, perempuan (35) warga Jalan Kuala Lumpung RT 04 Ratu/Palu Agung, kota Bengkulu

5. Fadhil, laki-laki (10) warga Desa Marto Mulyo Pondok Kubo, Bengkulu Tengah

6. Rahmat Hidayat, laki-laki (-) warga Ulu Musi, Desa Air Kelinsar, Kabupaten Empat Lawang, Sumsel

7. Farel, laki-laki (-) warga Desa Kepahyang, Bengkulu

8. Feri Eprizal, laki-laki(34) warga Perum Yasera Damai A1 Nomor 1 Kenten, kota Palembang

9. Raisa, perempuan (6) Warga Bengkulu

10. Nanik, perempuan (-) warga Kabupaten Empat Lawang,Sumsel

11. Ulul, perempuan(-)warga Banyuasin, Sumsel

12. Yasiroh, perempuan (-) warga Bengkulu

13. Ayu Intan Sekarwati, perempuan (9) warga Teramang Jaya,Kabupaten Muko-Muko Bengkulu

14. Melia Safira, perempuan (-)warga Palembang

15. Efran Fadhil Akbar, laki-laki (-) warga KEpahyang, Bengkulu

16. M. Akbar Prabowo, laki-laki (13) warga Banyuasin, Sumsel

17. Metriani Andeka, perempuan (45) warga Kepahiyang, Bengkulu

18. Ali Jaya, laki-laki (53) warga Jalan Gandaria RT 23 Panorama, Bengkulu

19. Ilyas, laki-laki (69) warga Demang Lebar Daun Nomor 64 RT 38 Palembang

20. Jimmi Yuda Sanjaya, laki-laki (23) warga Empat Lawang, Sumsel

21. Kristina Yanuarti, perempuan (50) warga Bengkulu Tengah

22. Warsono, laki-laki (62) warga Sabarjaya, Kabupaten Banyuasin, Sumsel

23. Imron, laki-laki (59) warga Jalan Enggano Keluraha Pasar, Bengkulu

24. Rosita, perempuan (50) warga Jalan Sriwijaya

25. Feri, laki-laki (48), Kota Bengkulu

26. Dwi Sunarto, laki-laki (56), Bengkulu Tengah

27. Rayhan Gani, laki-laki (3) Warga Ulu Musi Empat Lawang, Sumsel

28. Asiah, perempuan (65) warga Jlan Flamboyan Nomor 17, Bengkulu

29. Hesti Nurmayanti, perempuan (30) warga Desa Marga Mulyo Bengkulu

30. Intan Purnamasari, perempuan (19) warga Jalan Sriwijaya RT 03 RW 02 Kelurahan Pasr Tiga, Kabupaten Muara Enim,Sumsel

31. Fitria Apriyanti, perempuan (39) warga Jalan H Faqih Usman, kertapati Palembang

32. Indah Putri Utami, perempuan (11) Pematang Gubernur, kota Bengkulu

33. Naila Binti Samsoni, perempuan (10) warga Desa Rena Payang, Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawang, Sumsel

34. Yuliana, perempuan (10) warga Jalan Enggano RT 03 Kelurahan Pasor Kecamatan Sungai Serut kota Bengkulu

35. Sari Sartika (41), warga Jalan Kasnariansyah, Kecamatan Ilir Timur I Palembang

Korban selamat

1). Basarudin, 43 tahun, Dagang, Ds. Semarang Kec. Tanjung Serut Kota Bengkulu.

2). Hepriadi, 31 tahun, Kuli Bangunan, alamat Ds. Salak Tiga Kec. Panorama Kota Bengkulu.

3). Hasanah, 52 tahun, IRT, Ds. Tanjung Suko Kec. Indralaya Kab. OI.

4). Sukiyem, 43 Tahun, Tani, Ds. Lubuk Selandak Kec. Terambang Jaya Kota Prabumulih.

5). Aisyah Awaliah Putri, 9 Tahun, Pelajar, Jl. Salak Kota Bengkulu.

6). Ariri, 14 Tahun, Pelajar, Ds. Perajin Kab. Banyuasin.

7). Lukman, 43 Tahun, Swasta, Jl. Budi Utomo Kel. Sungai Hitam Kec. Muara Bangka Hulu Kota Bengkulu.

8). Aldi, 18 Tahun, Pelajar, Ds. Jejawi Kab. OKI.

9). Riduan, 44 tahun, Tukang Jahit, Ds. Kinono Sari Kel. Banjar Sari Kab. Enggano Bengkulu Utara.

10). Darusalam, 35 Tahun, Pandai Besi, Ds. Sakatiga Kab. OI.

11). Riki, 25 Tahun, Ds. Kemang Kec. Tebing Tinggi Kab. Empat Lawang.

12). Nama Haris Krisyanto, 19 tahun, TOT, Ds. Alas Bangun Kec. Pinang Raya Bengkulu Utara.

13). Nama Khadijah, 68 tahun, IRT, Perumnas Baru Blok A2 Kab. Bengkulu

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved