Kamis, 23 April 2026

Liga Indonesia

Kalah dari PSG Gresik, Pelatih Perseta Tulungagung Ungkit Soal Mafia Sepakbola

Semua orang bisa melihat tidak hanya saya. Orang tahu bola bisa menilai. Wasit mencari-cari pelanggaran

Penulis: Willy Abraham | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/willy abraham
Pemain PSG Gresik, Muhammad Rifhky Rifaldy (tengah) diapit dua pemain Perseta Tulungagung di Stadion Gelora Joko Samudro, Senin (23/12/2019). 

Mereka mendekati wasit dan meminta penjelasan.

Hingga akhirnya keributan terjadi, wasit sempat terjatuh kaosnya ditarik pemain dan ofisial Perseta Tulungagung.

Wasit langsung lari menuju lorong stadion. Para pemain Laskar Badai Selatan tampak sedih.

Mereka hanya bisa termenung di pinggir lapangan. Kekalahan ini membuat langkah Perseta untuk merebut tiket lolos Liga 2 musim depan menipis.

Tim kebanggaan warga Tulungagung ini harus bisa menang atas pemuncak klasemen Persijap Jepara di laga pamungkas, Kamis (26/12/2019).

Sementara itu, gelandang Perseta, Muhammad Fathurrohman mengatakan pemain telah bermain cukup keras.

Namun, pertandingan di menit akhir keputusan wasit merugikan tim.

"Semua teman-teman kecewa sekali dirugikan sekali. Pelanggaran jelas penalti malah tidak penalti," kata dia.

Dikonfirmasi terpisah, pelatih PSG Gresik, Khoirul Anam mengaku menyerahkan semua kepada pengadil di lapangan.

Keputusan wasit juga merugikan tuan rumah. Namun, pihaknya tidak menggebu-gebu merespon keputusan wasit tersebut.

"Kita serahkan ke pengadil. Dia sudah maksimal. Kita beberapa kali ada pelanggaran di titik penalti tidak dikasih. Kita tidak muluk-muluk," tutupnya.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved