Jumat, 17 April 2026

Citizen Reporter

Diklat Kepemimpinan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia, IKIP Widya Darma Surabaya

Diklat Kepemimpinan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia IKIP Widya Darma Surabaya

Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Adrianus Adhi
Citizen Reporter/Nur Hayati
Diklat Kepemimpinan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia IKIP Widya Darma Surabaya 

SURYA.co.id - Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia IKIP Widya Darma Surabaya mengadakan diklat kepemimpinan.

Tema Menumbuhkan Karakter Pendidik yang Kreatif, Loyal dan Berintegritas di Era Milenial menjadi semangat bersama.

Kegiatan berlangsung selama dua hari, Jumat dan Sabtu (13-14/12/2019).

Menempati rumah joglo di salah satu villa di Kawasan Pacet, kegiatan diklat berlangsung dengan semangat dan dipenuhi antusisme 45 peserta.

Materi kepemimpinan disampaikan oleh Moendari. Ada beberapa macam gaya kepemimpinan namun menurut Moendari, kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang situasional.

Artinya yaitu sebuah kepemimpinan yang fleksibel atau berubah karena waktu serta adaptif yang berarti mampu menyesuaikan dengan perubahan.

Sebagai pendidik tentunya sangat diperlukan adanya kemampuan kepemimpinan yang berkarakter agar dapat mencapai tujuan dari proses pendidikan.

Materi yang kedua yaitu mengenai peran pendidikan dan ilmu pengetahuan di era digital yang disampaikan oleh Putri Retnosari.

Kebijakan dari menteri pendidikan yang baru yang berencana akan menghapus UN serta lebih menitikberatkan hasil dari suatu proses pendidikan yaitu skill atau kemampuan.

Saat ini Indonesia membutuhkan manusia yang memiliki kemampuan dasar untuk menjalani tantangan zaman.

Kemampuan dasar itu adalah kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan yang penguatan pendidikan karakter.

Dalam rangka mencapai kemampuan dasar itu, diperlukan kesadaran berpikir kritis yang dibentuk oleh guru terhadap anak didiknya.

Dalam hal ini pendidik dituntut untuk membentuk anak didik menjadi manusia yang mampu berpikir kritis serta mampu menyelaraskan antara kaidah dengan praktik di kehidupan nyata.

Kegiatan diklat ini tidak hanya diisi dengan materi, tetapi juga kegiatan pentas seni yang menampilkan kemampuan para mahasiswa baik itu dalam bentuk puisi, drama, cerita, dan monolog.

Selanjutnya di hari terakhir diadakan permainan kelompok yang dapat mempererat hubungan tali silaturahmi antara mahasiswa dan dosen.

Sumber: Surya Cetak
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved