Senin, 20 April 2026

Berita Banyuwangi

Sejarah Banyuwangi dan Broome Australia, Pernah Terkoneksi Jalur Kabel Telegram Bawah Laut

Kabupaten Banyuwangi menyimpan jejak sejarah panjang dengan Kota Broome, Australia Barat.

Penulis: Haorrahman | Editor: Titis Jati Permata
Foto Humas Pemkab Banyuwangi
Dr. Thor Kerr, dari Curtin University Perth Australia dan Irfan Wahyudi, PhD dari Universitas Airlangga. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Kabupaten Banyuwangi menyimpan jejak sejarah panjang dengan Kota Broome, Australia Barat.

Kedua kota tersebut pernah terkoneksi pada awal abad 18 dalam satu jalur kabel telegram bawah laut yang dibangun Inggris mulai dari Eropa hingga Australia.

Itu diungkapkan Dr. Thor Kerr, dari Curtin University Perth Australia dan Irfan Wahyudi, PhD dari Universitas Airlangga.

Kedua peneliti tersebut menjelaskan bukti-bukti tertulis keterkaitan antar dua kota tersebut dan didukung adanya bangunan yang mirip di antara dua kota tersebut.

"Berangkat dari situlah, tim kami dari Unair dan Curtin University ingin meneliti lebih dalam adanya keterkaitan tersebut. Kami akan menelusuri kembali lewat penelitian Memori Kolektif Banyuwangi dan Broome,” kata Irfan, dosen yang juga kepala divisi program internasional Unair tersebut.

Menurut Irfan, ada kisah historis yang cukup kuat antara Broome dan Banyuwangi.

Kedua kota ini pernah terhubung pada 1889, melalui kabel telegram bawah laut yang dibentangkan dari Banyuwangi ke Broom.

Kabel ini ditarik dengan kapal selama 10 hari.

Pada masa itu, menurut Irfan, Australia tengah berada dalam pendudukan Inggris.

Kabel telegram ini fungsinya untuk menyambungkan orang-orang di Inggris maupun Australia untuk saling berkomunikasi terutama untuk berhubungan dengan keluarga mereka.

"Kabel itu terbentang mulai Eropa di Inggris melalui Afrika sampai Timur Tengah dan India. Dari India menyambung sampai Singapura lalu masuk ke Jawa melalui Batavia terus menuju jalur Deandles (Panarukan-Situbondo) hingga sampai ke Banyuwangi. Dari Banyuwangi, lalu jalurnya langsung menuju Broome. Ada juga yang ke Darwin tapi tidak direct," jelas Irfan.

Irfan melanjutkan, kantor operator untuk yang ada di Banyuwangi adalah asrama Inggrisan.

Bangunan tersebut memiliki kesamaan arsitektur dengan kantor gedung yang menjadi kantor operator di Broome dulu.

"Waktu ditunjukkan Bupati Banyuwangi Azwar Anas foto Inggrisan dan maket renovasinya, saya langsung kaget. Ternyata mirip dan langsung saya tunjukkan foto di ponsel saya ke Bupati Anas kemiripannya. Ada kesamaan arsitekturnya," sahut Thorr.

Inggrisan adalah bangunan yang dulunya merupakan kantor dagang Inggris yang didirikan oleh British East India Company (BEIC).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved