Kamis, 16 April 2026

Citizen Reporter

Kwarda Jatim Gelar Kursus Keterampilan Pramuka di Krida Jati Jejer Trawas

Kwarda Jatim Gelar Kursus Keterampilan Pramuka di Krida Jati Jejer Trawas

Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Adrianus Adhi
Citizen Reporter/Nia Ifatul Mufida
Kwarda Jatim Gelar Kursus Keterampilan Pramuka di Krida Jati Jejer Trawas 

SURYA.co.id - Pramuka Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur (Kwarda Jatim) menyelenggarakan kursus keterampilan kepramukaan yang pertama bagi pembina atau anggota dewasa dalam Gerakan Pramuka.

Kegiatan dilaksanakan Kamis-Sabtu (21-23/11/2019) di Sasana Krida Jati Jejer Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Kegiatan ini diadakan sebagai upaya mendorong anggota Gerakan Pramuka agar memiliki potensi diri yang kreatif dan terampil dalam kesehariannya sehingga menjadi produktif.

Masing-masing kwartir cabang se-Jawa Timur mengirimkan tiga orang, terdiri atas Pembina Siaga, Pembina Penggalang, dan Pembina Penegak dengan jumlah keseluruhan 107 peserta.

Pelatih sebagai fasilitator berjumlah 24 orang dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan Gerakan Pramuka Jawa Timur.

Peserta mengikuti serangkaian tahapan kursus mulai dari orientasi, penguatan, penerapan, dan pengukuhan. Acara dibuka HAR Purmadi, Waka Kwarda Jatim.

Proses kursus menggunakan prinsip pembelajaran orang dewasa yaitu andragogi berupa ceramah, demonstrasi, role play, penugasan, dan praktik di lapangan.

Ketika pelaksanaan kursus, peserta dibagi menjadi tiga kelas, sesuai dengan golongan, yaitu Siaga, Penggalang, dan Penegak.

Ada materi disampaikan untuk semua golongan seperti fundamental Gerakan Pramuka, sedangkan materi yang lainya disampaikan sesuai golongan di alam terbuka.

“Tugas pembina adalah mengajar, mendidik, dan melatih. Ada tiga hal yang harus ditanamkan kepada peserta didik, yaitu karakter, nilai kebangsaan, dan keterampilan,” tutur Wido Retno, salah satu pelatih.

Jumat dan Sabtu semua kegiatan dilaksanakan di alam terbuka.

Setiap kelas belajar metode kepramukaan, manajemen risiko, teknik kepramukaan, dan keterampilan kepramukaan dengan metode pembelajaran disesuaikan dengan usia peserta didik di setiap golongan.

Di golongan Penggalang, peserta diajak praktik langsung materi tentang semaphore, sandi morse, menaksir ketinggian dan kedalaman sungai, kompas, dan peta pita.

Setelah menerima materi, para peserta berpraktik mengajar keterampilan kepramukaan secara berkelompok dengan satuan terpisah putra dan putri didampingi para pelatih.

Peserta kursus juga diberikan sebuah buku Terampil Kepramukaan karya Suyatno dan Moh Roem sebagai bahan untuk belajar.

Sumber: Surya Cetak
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved