Selasa, 7 April 2026

Citizen Reporter

Komunitas Daya Muda Mengabdi di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Lumajang

Komunitas Daya Muda Mengabdi di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Lumajang

Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Adrianus Adhi
Citizen Reporter/Iven Ferina Kalimata
Komunitas Daya Muda Mengabdi di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Lumajang 

SURYA.co.id - SDN Ranupani yang terletak di Desa Ranupani di bawah kaki gunung api Semeru di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang terbilang cukup jauh dari kota. Itu yang melatarbelakangi komunitas Daya Muda melakukan pengabdian di sana.

Hariono selaku guru SDN Ranupani menjelaskan bagaimana kurangnya kesadaran masyarakat akan pendidikan.

“Seharusnya hidup harus berkembang dan jangan hanya bergantung pada ladang yang ada,” katanya.

Kegiatan yang bertema kemah dan outboond bersama membangun cita itu diselenggarakan Sabtu dan Minggu (23-24/11/2019) dengan 18 anggota relawan dari berbagai latar belakang yang berbeda.

Meski suhu mencapai 4 derajat Celcius, kegiatan indoor dan outdoor tetap terlaksana.

Aktivitas di dalam kelas pada hari pertama meliputi kreasi boneka jari, bermain tebak gambar, dan gamepuzzle.

“Kreasi boneka jari itu sebenarnya sebagai upaya mengurangi kecanduan anak didik terhadap gadget,” ujar Karin, mahasiswa Universitas Widyagama yang tergabung dalam komunitas Daya Muda.

Ia juga menjelaskan dengan membuat mainan sendiri anak-anak bisa lebih kreatif dan telaten.

Proses itu melalui pembuatan pola yang harus sesuai dengan gambar, lalu memotong dengan teliti dan benar, juga menjahit secara rapi sesuai dengan contoh yang sudah diperlihatkan.

Sasaran utama pembuatan boneka jari ini adalah kelas 1-3. Siswa kelas 4-5 diajak bermain tebak gambar sesuai clue yang telah dilontarkan oleh teman setimnya.

“Melalui game sederhana ini mereka bisa belajar berpikir kritis dan luas,” ungkap Nadila selaku penanggung jawab permainan tebak gambar.

Mahasiswa Universitas Negeri Malang itu juga menambahkan tujuan utamanya adalah melatih kekompakan serta melatih anak-anak untuk berpikir cepat dengan durasi waktu yang ditentukan.

Selain itu, terdapat permainan puzzle. Mereka harus menyusun potongan gambar yang diacak terlebih dulu lalu disusun dalam bingkai dengan menggabungkan kepingan gambar kecil sehingga menjadi gambar utuh.

Tentunya itu sangat bermanfaat untuk perkembangan berpikir anak didik. Acara Sabtu ditutup dengan kegiatan upacara api unggun.

“Api unggun digunakan untuk mengobarkan semangat sehingga dengan adanya api unggun semua dapat bergiat lebih semangat,” papar Irsyad, mahasiswa Universitas Islam Malang.

Minggunya aktivitas dilakukan di luar ruangan. Fauzi, penanggung jawab komunitas Daya Muda berharap anak-anak mendapat kegiatan di luar sekolah yang dikelola dengan baik agar kepribadian terbentuk secara terarah.

Sumber: Surya Cetak
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved