Soal Imbauan Tak Memasang Atribut Natal di MOG Malang, ini Komentar Penyewa dan Wali Kota
Wali Kota Malang menanggapi surat imbauan manajemen MOG agar penyewa tenant tak menggunakan atribut Natal. Ini katanya...
SURYA.co.id | MALANG - Manajemen Mall Olympic Garden (MOG) di Kota Malang membuat surat edaran yang mengimbau para penyewa tenant untuk tidak memasang atribut Natal pada para pegawainya.
Menanggapi surat edaran tersebut, para penyewa tenant di MOG nampaknya banyak yang menanggapinya dengan santai.
Menurutnya, surat edaran tersebut sudah pernah diedarkan pada dua tahun lalu.
Karena itu, mereka biasa saja menanggapi surat edaran tersebut.
"Meski sudah ada surat imbauan, tapi masih ada yang masih memakai atribut natal, seperti topi natal dan lain sebagainya," ucap Enik Fitriani, pemilik tenant yang berada di MOG, Selasa (26/11).
Enik mengakui, bahwa pihak MOG hingga sampai saat ini belum juga melakukan sosialisasi terkait imbauan tersebut.
Biasanya, sosialisasi tersebut dilakukan pada awal bulan Desember.
"Belum ada sosialisasi. Kalau dari kami biasanya aja sebenarnya. Meski tidak harus menggunakan atribut natal," ucap perempuan yang menjadi Supervisor di toko Wacoal tersebut.
Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji menyampaikan, bahwa surat imbauan tersebut sifatnya ialah internal.
Orang nomor satu di Kota Malang itu menyampaikan, bahwa Kota Malang adalah kota yang damai yang menjunjung tinggi kerukunan antar umat beragama.
"Ini bagus, jadi apa yang saya sampaikan dulu itu sudah ditindaklanjuti. Kota Malang ini damai. Dan dari dulu juga tidak ada sweeping-sweeping dari ormas," tandasnya.
Sebelumnya, Leasing Executive PT Mustika Taman Olympic (Manajemen MOG), Peptina Magdalena mengatakan bahwa imbauan itu diberikan untuk menghindari aksi sweeping yang dilakukan oleh organisasi masyarakat (ormas) tertentu.
“Kami belajar dari pengalaman sebelumnya ,” kata perempuan berhijab ini.
Peptina merinci, ada 200 lebih penyewa tenant di MOG. Selain mengimbau tak memasang atribut Natal, penyewa tenant juga diminta tak mewajibkan karyawannya memakai aksesoris berbau hari raya umat Kristiani itu.
“Sebab kami menyadari yang non (Kristiani) banyak,” ujarnya.
Kendati demikian, manajemen MOG tetap ikut memeriahkan perayaan Natal yang jatuh 25 Desember mendatang. Bentuknya adalah memasang hiasan bernuansa Christmast seperti pohon Natal raksasa dan lainnya.
Surat imbauan tak memakai atribut Natal kepada para tenant di MOG Malang.
• Takut Jadi Sasaran Sweeping Ormas, MOG Imbau Tenant Tidak Gunakan Atribut Natal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/mog-larang-atribut-natal.jpg)