PRESS RELEASE

DoctorSHARE Melayani Hingga Pelosok Nusantara Demi Indonesia Sehat

Selama sepuluh tahun, doctorSHARE menyediakan layanan kesehatan untuk wilayah yang dikategorikan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) di Indonesia.

DoctorSHARE Melayani Hingga Pelosok Nusantara Demi Indonesia Sehat
ist/doctorshare
dr.Lie Dharmawan (paling kanan), pendiri DoctorSHARE, saat menjelaskan tentang RS apung yang dikelolanya. 

SURYA.co.id | JAKARTA - DoctorSHARE adalah organisasi kemanusiaan nirlaba yang memfokuskan diri pada pelayanan kesehatan dan bantuan kemanusiaan. Aktif sejak tahun 2003, organisasi doctorSHARE secara resmi berdiri pada 19 November 2009.

Selama sepuluh tahun, doctorSHARE menyediakan layanan kesehatan untuk wilayah yang dikategorikan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) di Indonesia.

Layanan kesehatan diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat yang terkendala akses karena kondisi ekonomi dan geografis, melalui beberapa program-program inovatif seperti Rumah Sakit Apung (RSA) dan Dokter Terbang.

Menurut Pendiri doctorSHARE, dr Lie Dharmawan, Indonesia sebagai negara kepulauan perlu memiliki sistem layanan kesehatan terpadu yang memudahkan masyarakat hingga ke pelosok. Selama pelayanan bersama doctorSHARE, dr Lie melihat beragam masalah saat masyarakat membutuhkan layanan kesehatan yang layak.

“Sudah selayaknya setiap masyarakat di Indonesia mendapatkan layanan kesehatan yang sama. Masyarakat di kota maupun di pedesaaan harus mendapat layanan kesehatan yang layak. Ini bukan hanya menjadi tugas pemerintah saja, melainkan tugas kita bersama untuk mewujudkannya,” kata dr Lie yang ditemui saat Peringatan 10 Tahun doctorSHARE di Baywalk Mall Pluit, Jakarta Utara.  

Kondisi ini yang turut menjadi dasar doctorSHARE dalam mengembangkan program layanan kesehatan. Ini selaras dengan salah satu Nawa Cita pemerintah yaitu membangun Indonesia dari pinggiran,” tutur dr. Lie yang ditemui pada Peringatan 10 Tahun doctorSHARE di Baywalk Mall Pluit, Jakarta Utara lalu  

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, hampir 63 persen masyarakat menyatakan akses untuk mendapatkan layanan kesehatan di Rumah Sakit masuk dalam kategori sulit dan sangat sulit.

Angka lain menyebutkan masih ada 60,8 persen masyarakat di Indonesia yang kesulitan mengakses layanan kesehatan primer seperti Puskesmas atau Klinik.

Definisi sulit dalam Riskesdas dilihat berdasarkan jenis moda transportasi yang digunakan, waktu tempuh dari dan menuju lokasi akses kesehatan, serta biaya yang harus dikeluarkan untuk menuju fasilitas kesehatan terdekat.

“Pemerintah pusat melalui Dinas Kesehatan di daerah telah berusaha untuk mengurangi masalah kesehatan. Penguatan sisi promotif dan preventif di Puskesmas menjadi hal utama yang diupayakan pemerintah saat ini,” kata drg Saraswati, Direktur Pelayanan Kesehatan Primer, Kementerian Kesehatan.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved