Sabtu, 11 April 2026

Berita Jember

Hasil Penelitian LP3M Unej: 22 Persen Mahasiswa Universitas Jember Terpapar Radikalisme

Penelitian ini dilakukan tim peneliti LP3M Unej di tahun 2018 terhadap sekitar 15 ribu orang mahasiswa sebagai responden.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Parmin
surya.co.id/sri wahyunik
Akhmad Taufiq, Ketua LP3M Unej yang memaparkan hasil penelitian lembaganya, 22 persen mahasiswa Universitas Jember terpapar radikalisme. 

SURYA.co.id | JEMBER - Penelitian dari Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jember (Unej) menyebut 22 persen mahasiswa di Unej terpapar radikalisme.

Penelitian ini dilakukan tim peneliti LP3M Unej di tahun 2018 terhadap sekitar 15 ribu orang mahasiswa sebagai responden.

Dari penelitian itu diketahui 22 persen mahasiswa Unej terpapar radikalisme.

Kemudian jika diderivasi lagi, dari persentase 22 persen itu, mereka yang terpapar radikalisme teologis 25 persen, dan radikalisme politis 20 persen.

Hasil penelitian ini dipaparkan Ketua LP3M Unej Akhmad Taufiq saat menjadi pembicara di Pleno 4 Festival HAM 2019.

Pleno bertema Strategi Pencegahan Intoleransi, Radikalisme, dan Kekerasan Ekstrimisme di Dunia Pendidikan dan Media Sosial" berlangsung di Aula PB Soedirman Pemkab Jember, Rabu (20/11/2019).

"Dari penelitian LP3M, terdapat 22 persen mahasiswa yang terpapar radikalisme, yang ini diderivasi lagi, menjadi radikalisme teologis, yakni setuju dengan pengkafiran, qital, dan jihad, yaitu sejumlah 25 persen. Sedangkan, radikalisme politis, berupa kesetujuannya pada konsep negara Islam atau khilafah sejumlah 20 persen," ujar Taufiq kepada Surya.co.id susai menjadi pembicara.

Taufiq mengapresiasi tema Pleno 4 yang diangkat di Festival HAM 2019.

Sebab, secara substansial, Taufiq memberi tanggapan substantif atas temuan riset yang dilakukan Infid.

Infid menyatakan adanya 10 PTN yang terpapar radikalisme. Kondisi demikian ini, hampir terjadi di seluruh PTN dengan frekuensi yang berbeda.

Oleh karena itu, kata Taufiq, gerakan radikalisme sudah dapat dikategorikan terstruktur, sistematik, dan massif.

Di Unej, kata Taufiq, berdasarkan laporan studi pemetaan gerakan radikalisme yang dilakukan tim LP3M pada 2018, terdapat 22 persen yang terpapar radikalisme.

"Tetapi belum sampai pada tindakan merusak, seperti menjadi teroris, merakit bom, atau merusak dengan melakukan aksi bom bunuh diri," kata Taufiq.

Meski begitu, hasil dari penelitian LP3M Unej itu sudah diberitahukan ke jajaran pimpinan Unej, baik tingkat rektorat dan fakultas.

Langkah itu diambil sebagai upaya untuk menekan gerakan radikalisme tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved