Berita Surabaya

Sadar Bahaya Sampah Plastik, Mikaela Aiko Siswa Kelas 5 SD Bikin Produk Daur Ulang dari Botol Bekas 

"Saya lihat di YouTube, banyak binatang laut yang mati gara-gara ulah manusia. Banyak sampah plastik yang dibuang sembarangan di laut," kata Aiko.

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti | Editor: Parmin
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
KREASI BOTOL BEKAS - Mikaela Aiko Hananta (10) siswa kelas 5 SDK Cita Hati sudah aware bahaya sampah plastik dan bikin produk daur ulang dari botol bekas. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Banyak biota laut yang mati karena limbah plastik. Lingkungan pun semakin tercemar seiring semakin banyaknya sampah plastik.

Hal ini menyentuh hati Mikaela Aiko Hananta, siswa kelas 5 SDK Cita Hati Surabaya. Di usianya yang memasuki sepuluh tahun, ia aktif mengkampanyekan dan menyulap sampah, khsususnya sampah plastik, menjadi barang yang bernilai.

"Saya lihat di YouTube, banyak binatang laut yang mati gara-gara ulah manusia. Banyak sampah plastik yang dibuang sembarangan di laut," kata Aiko.

Lanjutnya, ada paus yang mati karena menelan sampah plastik, ikan yang terjebak dalam botol plastik, kura-kura yang terjerat plastik, dan sebagainya.

"Mereka banyak yang mati gara-gara sampah plastik. Oleh karena itu, saya tergerak untuk mengolah sampah plastik menjadi barang-barang yang berguna," ungkap Aiko, sapaan akrabnya.

Berbagai benda ia buat, seperti tutup botol yang dikreasikan menjadi tempat serbaguna, jepit rambut, dan bandan. Ada juga bagian badan botol bekas yang disulap menjadi kotak pensil dengan hiasan pita dan mutiara, serta beragam benda olahan daur ulang lainnya.

"Saya memanfaatkan semua bagian botol. Mulai dari bagian tutup, tengah, hingga bawah. Botol-botolnya saya cuci sampai bersih terlebih dahulu. Kemudian saya potong dan saya bikin bendanya. Biar lebih cantik, saya tambahkan pita, mutiara, dan lain-lain," ungkapnya.

Tak hanya didaur ulang, Aiko pun memiliki ide untuk menjual produk-produknya itu. Dalam seminggu ia mampu membuat sekitar 70 sampai 80 produk.

"Hasil kreasi ini dijual. Kebanyakan, yang beli teman saya sendiri. Selain itu juga saya jual di Tokopedia dan Shopee juga," paparnya.

Untuk harganya, Aiko mengatakan, beragam. Mulai dari Rp 2 ribu hingga Rp 10 ribu. 

Botol bekas yang ia olah, Aiko menyampaikan, sama sekali tidak didapat melalui membeli. Ia mencari di tempat-tempat umum. Mulai dari kompleks perumahan, tempat perbelanjaan, rumah makan, hingga tempat-tempat umum lainnya.

"Saya juga ke tetangga buat minta botol plastik yang sudah tidak dipakai. Saya ingin menyampaikan ke masyarakat bahwa ternyata sampah plastik itu bisa lho diolah," katanya.

Aktif Mengkampanyekan Peduli Lingkungan

Aiko mengetahui bahwa kesadaran mengurangi dan mengolah sampah plastik tidak hanya harus dipahami oleh dirinya, melainkan juga masyarakat luas.

Oleh karena itu, finalis Putri Lingkungan Hidup 2019 yang digagas Tunas Hijau Surabaya ini giat mengadakan sosialisasi.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved