Kilas Balik
Rambut Gondrong & Bawa Senjata, Prajurit ABRI Tertegun Ketemu Pemberontak karena Penampilannya Mirip
Sama-sama berambut gondrong dan membawa senjata, seorang prajurit ABRI sempat tertegun saat bertemu pemberontak Fretilin
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Iksan Fauzi
Seseorang dengan tampilan gondrong di hadapannya itu merupakan anggota Fretilin, yang diduga sedang mencari bahan makanan juga.
Tak ingin ditembak duluan, Mursihadi kemudian berhasil menembak mati Si Fretilin gondrong.
Namun, penyamaran ABRI yang menyerupai penampilan pemberontak Fretilin ini bisa berakibat fatal.
Seperti kasus penghadangan truk yang berisi polisi yang mengamankan Pemilihan Umum 1997 di daerah Sektor Timur.
Truk yang sedang melintasi perbukitan di Kecamatan Quelicai, tiba-tiba dihentikan seseorang yang berpakaian loreng TNI. Sopir yang terkejut langsung menginjak rem.
Mendadak orang yang disangka teman tersebut melemparkan granat, tepat di bagian bak truk yang berisi pasukan serta persediaan bensin.
Akibatnya truk meledak hebat, kobaran api segera melahap truk seisinya.
Selain truk terbakar dan hancur sangat parah, seluruh penumpangnya juga tewas terpanggang.
Karena itu dikemudian hari muncul anjuran, agar tiap anggota TNI harus selalu merapikan penampilan.
Karena perbedaan yang terlalu tipis antara anggota Fretilin dan anggota TNI dapat berakibat fatal.
ABRI Sempat Ditertawakan Saat Gempur Benteng Terkuat Fretilin
Di kisah lain, saat pasukan ABRI (sekarang TNI) menggempur benteng terkuat Fretilin, mereka sempat ditertawakan oleh para pemberontak itu
Karena jengkel ditertawakan, ABRI akhirnya mengerahkan alutsistanya sehingga bikin pasukan Fretilin kocar-kacir
Dilansir dari SOSOK.id dalam artikel 'Tak Hanya SAS Inggris, TNI Juga Pernah Habisi Tentara Elite Portugal, Begini Kisahnya', kisah ini berawal saat ABRI berhasil menerjunkan personil Yonif Linud 501 dan Grup-1 Kopassus di Dili pada 7 Desember 1975
Kalah akan persenjataan dan disiplin militer, Fretilin berhasil dipukul mundur walau di pihak ABRI jatuh korban sebanyak 35 personil.