Berita Mojokerto

4 Bulan Ekskavasi, Struktur Asli Situs Kumitir di Mojokerto Mulai Terlihat. Tahun Depan Rekonstruksi

Situs kumitir di Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, mulai menampakan struk bangunan aslinya

4 Bulan Ekskavasi, Struktur Asli Situs Kumitir di Mojokerto Mulai Terlihat. Tahun Depan Rekonstruksi
TribunJatim.com/Febrianto Ramadani
Kondisi Situs Kumitir di Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, saat diekskavasi oleh BPCB Jawa Timur, Rabu (30/10/2019) 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Situs kumitir di Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, mulai menampakan struk bangunan aslinya. Situs Kumitir yang ditemukan warga setempat pada Jumat (19/7/2019) lalu ini diekskavasi oleh Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Direktorat Jenderal Kebudayaan Republik Indonesia.

Terlihat struktur bata kuno tersebut memiliki panjang awal 21 meter dengan tinggi 70 centimeter yang tersusun dari 12 lapis bata.

Situs yang diduga sebagai bangunan kuno era Majapahit itu memunculkan bangunan kokoh yang terbentuk dari struktur bata kuno tersebut berada posisi orientasi utara-selatan.

Ketua Tim Ekskavasi Wicaksono Dwi Nugroho, mengatakan pihaknya melakukan penggalian tanah di kedalaman 1,5-2 meter.

"Dari tanah di lokasi situs yang sudah dibuka, nampak bangunan berstruktur bata kuno dengan panjang 35 meter. Bangunan itu memiliki lebar 120-140 sentimeter. Adapun ketinggian bangunan yang sudah nampak, antara 80-120 sentimeter. Dari bangunan yang sudah nampak, terdapat 2 pilar dengan jarak 5,5 meter," terangnya, Rabu (30/10/2019).

Wicaksono juga mengatakan, bangunan kuno tersebut kemungkinan besar merupakan talud atau dinding penahan tanah pada era kerajaan Majapahit. Panjang talud, diperkirakan lebih dari 100 meter.

"Dinding talud ini membatasi halaman luar dengan halaman dalam. Halaman dalam ada di sisi barat, posisinya lebih tinggi dari halaman timur," jelas Wicaksono.

Jika benar bangunan yang ditemukan kali ini merupakan dinding penahan tanah, lanjut Wicaksono, kemungkinan besar kawasan ini dulunya merupakan kawasan permukiman elit.

"Kemungkinan lainnya, di kawasan Situs Kumitir terdapat candi atau tempat pemujaan. Bagian dalam bisa diduga merupakan kompleks candi atau pemukiman elit. Tapi kepastiannya kita tunggu sampai selesainya ekskavasi," imbuhnya.

Untuk mengungkap seluruh bagian Situs Kumitir, pihaknya akan melanjutkan ekskavasi tahun depan.

"Hasil ekskavasi ini akan kami laporkan ke Jakarta. Akan kami rekonstruksi seberapa bentangan cagar budaya untuk kami lanjutkan ekskavasi tahun depan. Ini kawasan cagar budaya nasional sehingga menjadi tanggung jawab pemerintah pusat," tandasnya.

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved