Berita Sidoarjo

Disperindag Sidoarjo Sebut Jual Bensin Eceran Model Pertamini Itu Usaha Ilegal, Ini Dasarnya

Disperindag Sidoarjo sebut Usaha penjualan BBM eceran dengan model pertamini sebagai usaha ilegal

Disperindag Sidoarjo Sebut Jual Bensin Eceran Model Pertamini Itu Usaha Ilegal, Ini Dasarnya
surya/m taufik
Salah satu pertamini yang ada di Sidoarjo. Disperindag Sidoarjo menyatakan usaha pertamini itu ilegal 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Usaha penjualan BBM eceran dengan model seperti SPBU mini atau yang akrab disebut Pertamini sudah menjamur di Sidoarjo. Jumlahnya mencapai sekitar 350 unit, tersebar di berbagai wilayah di Kota Delta.

Namun, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo memastikan bahwa usaha pertamini tersebut ilegal. Selain tidak ada izinnya, bisnis ini juga disebut berbahaya bagi konsumennya.

"Jelas bahwa pertamini itu Ilegal. Itu juga sudah ditegaskan oleh BPH Migas maupun Direktorat Metrologi," kata Kepala Deperindag Sidoarjo, Tjarda, Senin (21/10/2019).

Namun, pihaknya mengaku tidak akan melakukan penertiban terhadap ratusan pertamini yang sudah beroperasi di berbagai wilayah di Sidoarjo.

Hanya dikatakan dia bahwa para penjual BBM model ini diminta untuk peka dan bersiap mengganti usahanya dengan yang lain, yakni yang legal dan aman.

Menurut Tjarda, selain bukan usaha resmi atau di bawah cabang perusahaan Pertamina, usaha pertamini juga sulit ditera.

"Dari segi keamanan juga terbilang bahaya," sambungnya.

Ya, beberapa waktu lalu, sebuah pertamini di Anggaswangi Sukodono juga terbakar.

Peristiwa itu, jelas Tjarda, jadi bukti bahwa penjualan BBM model pertamini ini tidak aman.

Tjarda berharap pemerintah desa dan kecamatan ikut aktif menekan pertumbuhan Pertamini baru di wilayahnya.

Masyarakat juga diimbau untuk bisa aktif mengawasi sejumlah usaha yang berdiri di sekitarnya.

"Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi jika berada di perkampungan padat penduduk," imbuhnya.

Sebenarnya, ada penjualan BBM eceran yang legal, yakni menjadi agen atau langsung melalui Pertamina.

Tapi harganya terbilang mahal, sekitar Rp 250 juta untuk satu mesin saja.

Harga yang cukup jauh dibanding mesin atau alat penjualan BBM eceran di sejumlah pertamini yang banyak terdapat di berbagai wilayah di Sidoarjo selama ini, yakni hanya sekitar Rp 9 juta sampai Rp 12 juta per mesin

Penulis: M Taufik
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved