Lapor Cak

Warga Jojoran Surabaya Keluhkan Bekas Galian Pipa PDAM

Bekas galian pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)Surya Sembada Kota Surabaya di Jalan Jojoran I Surabaya dikeluhkan warga.

Warga Jojoran Surabaya Keluhkan Bekas Galian Pipa PDAM
surya.co.id/christine ayu nurchayanti
Bekas galian pipa PDAM di Jalan Jojoran I Surabaya yang belum dibenahi. Foto diambil pada  Kamis (17/10/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bekas galian pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada Kota Surabaya di Jalan Jojoran I Surabaya yang belum seratus persen rampung dikeluhkan oleh warga.

Sejumlah warga Kampung Jojoran menyayangkan pembongkaran jalan untuk pembenahan pipa tersebut, namun, tak kunjung dirapikan.

Paving yang dibongkar belum diletakkan seperti sedia kala. Hal ini membuat jalan bergeronjal sehingga membahayakan pengendara.

Rina, misalnya, warga Jojoran yang setiap hari menjual nasi ini mengatakan, ia pernah menjadi korban bekas galian pipa tersebut.

"Pada hari Senin (14/10) kemarin saya jatuh di titik bekas galian. Waktu itu saya sedang beli air galon isi ulang. Ban saya kena paving yang nggak rapi, jadinya jatuh, untung nggak luka berat," ungkap Rani.

Lanjutnya, bukan hanya dia yang menjadi korban, ada banyak pengendara yang juga terjatuh. Mulai dari pengendara motor hingga pengemudi bentor.

"Banyak mbak yang jatuh, kalau dihitung, selama dua minggu kemarin, ada mungkin 20 orang. Selain itu, juga bikin tambah macet. Apalagi kalau antara jam empat sampai enam sore, pasti macet, nggak bisa lewat," ungkap Rani ditemui di kediamannya.

Lanjut Rani, ia pun berharap segera ada pembenahan dari pihak terkait agar tidak ada lagi korban dan arus kendaraan bisa membaik.

"Semenjak ada galian ini, omzet penjualan saya turun sampai 50 persen. Soalnya orang-orang males kalau lewat sini," pungkasnya.

Sementara Kuni, warga Jojoran lainnya, terganggu dengan debu yang dihasilkan dari bekas galian pipa. Ia tidak mempermasalahkan adanya proyek galian pipa, hanya saya ia menyayangkan tidak segera melakukan pembenahan pasca galian.

"Debunya parah, sampai ke genteng-genteng. Ini saya barusan bersihin rumah dari debu. Kalau saya bisa, sudah saya pasang sendiri pavingnya. Tapi kan ada tekniknya, saya nggak tahu," ungkap pemilik jasa laundry ini.

Untungnya, lanjut Kini, debu yang sampai di area loteng tempatnya menjemur baju laundry tidak terlalu banyak.

"Ada debunya dikit-dikit, soalnya loteng saya ada penutupnya. Harapannya semoga pihak yang bersangkutan bisa segera memperbaiki," katanya.

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved