Sabtu, 16 Mei 2026

Kenali Ciri-ciri dan Bahayanya Kecanduan Gadget Pada Anak dan Remaja

Jika dibiarkan, kondisi ini akan memberikan dampak negatif, mulai dari menurunnya kesehatan, prestasi, dan kondisi lainnya.

Tayang:
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti | Editor: Eben Haezer Panca
ist
ilustrasi 

SURYA.co.i | SURABAYA - Kecanduan gadget merupakan kondisi ketika seseorang tidak bisa mengontrol atau berlebihan dalam pemakaiannya.

Hal itu diungkapkan Ketua Poliklinik Jiwa RSUD Dr Soetomo sekaligus psikiater anak dan remaja, Dr dr Yunias Setiawati SpKj.

"Artinya, pemakaiannya meningkat. Dari satu jam, dua jam, tiga jam, hingga akhirnya semakin meningkat dan menganggu keseharian, seperti membuat tidak makan, kurang istirahat, tidak belajar, dan sebagainya," ungkap Yunias.

Dikatakan berlebihan, lanjutnya, apabila digunakan lebih dari enam jam.

Jika dibiarkan, kondisi ini akan memberikan dampak negatif, mulai dari menurunnya kesehatan, prestasi, dan kondisi lainnya. 

Kecanduan gawai juga terjadi pada anak. Kurangnya perhatian dan pendidikan yang baik bagi anak, menjadi faktor utama.

"Ciri-cirinya, anak selalu mencari gadget. Dikit-dikit buka gadget. Apabila tidak menemukannya, ia menjadi tersinggung dan marah," ungkap Yunias.

Apabila kondisi ini dibiarkan, maka bisa menganggu aktivitas sehari-hari pada anak. Lebih lanjut, anak berpotensi mengalami gangguan jiwa berat.

"Sekarang dikit-dikit anak diberi HP. Ini menjadi faktor anak zaman sekarang bersikap lebih agresif," katanya.

Membutuhkan Teman

Kebutuhan akan teman menjadi faktor seseorang menggunakan gawai secara berlebihan.

"Selain itu bisa karena seseorang mengalami kecemasan. Gawai ini seperti pedang bertanya dua, bisa menyulitkan, bisa memudahkan. Tergantung pemakainya," ungkap Yunias.

Keluarga, lanjutnya, khususnya orangtua berperan dalam mencegah terjadinya kecanduan gawai pada anak.

"Kalau anak tidak dipedulikan, tidak diberi kesempatan berbicara, tidak dididik secara baik, maka ia akan mencari gadget sebagai temannya," Yunias mengatakan.

Sementara pada remaja, lingkungan menjadi faktor utama. Apabila lingkungan positif, maka ia akan ikut berperilaku positif.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved