Reaksi Eks Danjen Kopassus Soal Pencopotan Kolonel Hendi, Bantah Penusukan Wiranto Dibilang Rekayasa

Mantan Danjen Kopassus, Agum Gumelar memberikan komentar terkait pencopotan jabatan Kolonel Kav Handi Suhendi akibat celotehan istrinya di facebook

Reaksi Eks Danjen Kopassus Soal Pencopotan Kolonel Hendi, Bantah Penusukan Wiranto Dibilang Rekayasa
kompas.com/handover dan Kompas TV
Reaksi Mantan Danjen Kopassus Agum Gumelar (kanan) Soal Pencopotan Kolonel Hendi 

Beliau dioperasi selama 4 jam, dari peristiwa ditusuk sampai dibawa ke rumah sakit pendarahan sampai 3 liter kok masih dibilang rekayasa. Kebangetan!" kata Agum Gumelar.

Dirinya menilai, orang yang selalu tertanam kebencian akan dibalas dengan kebencian.

Menurutnya hal ini tidak elok jika diwariskan kepada anak dan cucu di masa depan.

Lebih lanjut Agum Gumelar minta aparat penegak hukum mengusut tuntas jaringan dari dua orang pelaku yang melukai Wiranto.

"Begini penyidik punya modal apa, 2 orang.

Ini pelaku hidup, kami harapkan bisa terungkap jaringnya jangan sampai terputus," kata Agum Gumelar.

Berikut video selengkapnya:

Diberitakan sebelumnya, ketegaran tampak dari raut muka Kolonel Kav Handi Suhendi setelah resmi dicopot dari jabatannya sebagai Dandim 1417/ Kendari, Sabtu (12/10/2019) siang.

Pencopotan dilakukan di di Aula Sudirman Markas Komando Resor Militer Kendari, Sabtu siang dipimpin langsung oleh Komandan Korem 143/Ho Kendari Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto Jabatan Komandan Kodim (Dandim) 1417/Kendari kemudian diserahkan kepada Kolonel Inf Alamsyah.

Pencopotan jabatan tersebut dipicu unggahan istri Hendi yang berinisial IPDL di media sosial Fecebook.

Halaman
1234
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved