Liputan Khusus

Khofifah: Bandara Kediri Akan Groundbreaking Pada Januari 2020, Lebih Besar Dibanding Bandara Juanda

Khofifah Indar Parawansa: Bandara ini akan jadi smart airport. Teknologi yang digunakan dari segi digitalisasinya sudah sangat advance

Khofifah: Bandara Kediri Akan Groundbreaking Pada Januari 2020, Lebih Besar Dibanding Bandara Juanda
Istimewa
Desain Bandara Kediri yang akan grounbreaking pada awal 2020. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyebut Bandara Kediri akan groundbreaking pada Januari 2020.

Infrastruktur akan langsung dikerjakan dan ditarget akhir 2021 mulai bisa dioperasikan.

Ditegaskan Khofifah, Bandara Kendiri adalah Proyek Strategis Nasional (PSN). PT Gudang Garam Tbk melalui anak usahanya PT Surya Dhoho Investama (SDI) sebagai pelaksana dan befrtanggung jawab untuk proses teknis.

“Kami terus koordinasi dengan Gudang Garam. Terutama untuk mengkoordinasikan rencana untuk groundbreaking di Januari 2020. Itu amanat Pak Menteri Perhubungan saat Harhubnas lalu agar kita terus koordinasi,” kata Khofifah.

Lebih lanjut, Khofifah menegaskan, untuk pembebasan lahan seluruhnya diserahkan pada PT SDI dan Gudang Garam meskipun proyek ini masuk dalam Proyek Strategis Nasional.

“Meskipun sebetulnya Bandara Kediri ini bagian dari PSN, tapi dalam penyiapan lahannya semua dalam koordinasi Gudang Garam,” ujar Khofifah.

Sedangkan Pemprov, dikatakan mantan Menteri Sosial RI ini, akan mengambil peran untuk mengkoneksikan Bandara Kediri dengan daerah di kawasan Selingkar Wilis. Sehingga begitu bandara rampung pembangunannya, akses dan koneksitas bandara dengan daerah di seputaran Selingkar Wilis sudah bisa digunakan.

“Kita ingin merangkaikan koneksitas ke Tulungagung misalnya, lalu juga di kawasan Selingkar Wilis. Ini akan terus persambungkan. Bukan hanya untuk public transportation tok lho, tapi juga bagaimana UMKM nya, lalu pertanian, perikanan dan juga perkebunannya bisa tumbuh,” kata Khofifah.

Rencananya koneksitas dengan Tulungagung akan diwujudkan dengan pembangunan jalan tol. Oleh sebab itu kini Pemprov sedang mengurus izin di BPJT.

Terkait masih adanya penolakan warga karena ganti rugi terlalu rendah, Khofifah mengatakan harus dilihat dulu apa yang menjadi dasar pembebasan lahannya. Jika menurut aturan, seharusnya harganya tetap sesuai dengan harga pasar.

“Harus dicek dulu apa yang menjadi dasar dari appraisal tanah di sana. Tapi menurut saya lebih tepat jika ditanyakan ke Pemkab,” kata Khofifah.

Di sisi lain, pihaknya menyebut bahwa bandara Kediri akan membawa multiplier effect untuk Jawa Timur, khususnya di kawasan Selingkar Wilis dan kawasan selatan Jawa Timur.

Pemilik Lahan Bandara Kediri Minta Harga Rp 2,5 Juta Per Meter

Wabup Optimis Pembebasan Lahan untuk Bandara Kediri Rampung Akhir Oktober

Terlebih kapasitas dari Bandara Kediri ini juga akan lebih besar dibandingkan Bandara Juanda. Di mana Bandara Juanda berkapasitas 12 juta penumpang, maka Bandara Kediri bisa menampung 15 juta penumpang per tahun.

Runway juga dibuat panjang yakni 3,3 kilometer, sehingga bisa untuk penerbangan kelas besar dan internasional.

“Bandara ini akan jadi smart airport. Teknologi yang digunakan dari segi digitalisasinya sudah sangat advance. Bahasa saya ini sudah smart airport dari yang saya lihat desainnya. Jadi nggak apalah Kediri dulu, nanti Juanda menyusul,” katanya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved