Selasa, 14 April 2026

Citizen Reporter

Demo Aliansi Mahasiswa Wonosobo Berjalan Damai, Alasannya Jadi Panutan

Ratusan mahasiswa di Kota Wonosobo menggelar demonstrasi di depan Gedung DPRD Kota Wonosobo, Jawa Tengah

Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Adrianus Adhi

SURYA.co.id - Ratusan mahasiswa sejumlah kampus di Kota Wonosobo Kamis (26/9/2019) siang menggelar demonstrasi di depan Gedung DPRD Kota Wonosobo, Jawa Tengah.

Gerakan itu dikerahkan oleh aktivis mahasiswa dan Aliansi Mahasiswa Wonosobo dalam rangka menolak disahkannya UU KPK dan sejumlah RUU lainnya seperti RUU KUHP, Pemasyarakatan, hingga Pertanahan.

Aksi itu dimulai sejak pukul 09.00. Mahasiswa yang turut partisipasi banyak yang membawa bendera hingga selebaran poster dengan berbagai macam tulisan unjuk rasa.

Koordinator lapangan aksi itu sudah menyatakan untuk menyampaikan aspirasi rakyat dengan lancar tanpa kericuhan.

Seluruh mahasiswa mendengarkan berbagai orasi dan menyenandungkan lagu-lagu nasional.

Demi menjaga ketertiban demonstrasi sehat, Aliansi Mahasiswa Wonosobo mengerahkan seluruh mahasiswa yang hadir agar waspada terhadap orang-orang yang dianggap penyusup atau oknum tidak bertanggung jawab.

Orator menegaskan kepada elemen mahasiswa untuk mengikuti aturan-aturan yang telah disepakati di antaranya memakai kostum hitam, dilarang memakai penutup muka, dan dilarang membawa benda berbahaya.

“Kami sudah bersepakat melakukan aksi sehat sebagai generasi milenial yang berupaya mengkreasikan dan mengungkapkan unjuk rasa berkait dengan isu nasional yang sedang berkembang,” ungkap Alan Adiyatma, koordinator lapangan.

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam #WonosoboBergerak meminta kepada pejabat DPRD keluar ruangan dan mau terbuka di hadapan seluruh peserta demonstrasi.

Mereka pun menuntut kepada pihak aparat agar menjemput anggota dewan keluar ruangan untuk menemui serta merespons aspirasi rakyat.

Afif Nur Hidayat, Ketua DPRD Wonosobo, memenuhi permintaan massa yang menggelar aksi di depan Gedung DPRD.

Koordinator lapangan menginstruksi mahasiswa juga aparatur negara agar duduk sebagai simbol duka nasional.

“Saya mengapresiasi mahasiswa di Wonosobo karena selama menjalankan aksinya penuh dengan kesantunan serta kasih sayang. Semoga ini bisa dicontoh di daerah lain,” ujar Afif di hadapan masyarakat.

Di dalam sambutannya ia menyampaikan usahanya dalam meneruskan tuntutan itu kepada DPR RI berkait dengan pasal tindak pidana korupsi, juga terkait dukungan pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.

Hingga pukul 11.45, para mahasiswa masih memadati Gedung DPRD Wonosobo. Yel-yel dan lagu-lagu nasional terus digemakan.

Sumber: Surya Cetak
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved