Berita Malang Raya

Polisi Amankan 89 Pelajar yang Ingin Ikut Aksi Unjuk Rasa di Kota Malang

Pelajar : “Terus kalau misal bidan masa nggak boleh kerja malam. Kalau lahiran emangnya ke DPR,”

Polisi Amankan 89 Pelajar yang Ingin Ikut Aksi Unjuk Rasa di Kota Malang
tribun jatim/aminatus sofya
Sejumlah pelajar yang dibawa ke Mapolres Malang Kota karena ingin ikut aksi demonstrasi. 

SURYA.co.id | MALANG - Sebanyak 89 pelajar terjaring razia yang dilakukan Polres Malang Kota. Polisi mencegah pelajar yang naik motor dan melintas di depan gedung DPRD Kota Malang.

Saat razia, didapati poster yang menyerukan penolakan terhadap RKUHP dan sejumlah RUU yang sedang dibahas. Mayoritas, poster itu dimodifikasi dengan kalimat satire seperti : “Entah apa yang merasukimu DPR” dan “Hanya ada Satu Kata Lawan”.

Seorang pelajar ketika ditanyai polisi mengaku memang ingin mengikuti demonstrasi di depan gedung DPRD Kota Malang. Menurut dia, DPR RI bersama pemerintah tidak boleh dibiarkan mengesahkan RUU ‘ngawur’.

“Masa ayam kalau misal jalan-jalan ke rumah tetangga didenda jutaan. Dapat uang dari mana,” katanya.

Pelajar lain mengatakan hal serupa. Dia menyayangkan sikap DPR yang tidak memperbolehkan perempuan pulang larut malam dan malah mendendanya.

“Terus kalau misal bidan masa nggak boleh kerja malam. Kalau lahiran emangnya ke DPR,” selorohnya.

Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander mengklaim razia tersebut untuk mencegah hal negatif terjadi. Kata dia, pelajar tidak diperbolehkan untuk mengikuti demonstrasi sebab masih di bawah umur dan dinilai masih awam.

“Tetap tidak diperbolehkan karena statusnya masih pelajar. Pelajar ini kan tingkatannya masih awam,” kata Dony, Kamis (26/9/2019).

Dony mengatakan, setelah didata dan diberi pembinaan, pelajar akan dikembalikan kepada  orang tua. Para pelajar itu diangkut menggunakan truk polisi dan dikumpulkan di Aula Polres Malang Kota.

“Kami tadi sudah menghubungi Wali Kota juga supaya memberikan pengarahan kepada adik-adik pelajar. Agar mereka tidak mudah terbawa isu dan dimanfaatkan karena sebagian besar dari mereka beralamat di Kabupaten Malang,” tutupnya.

Polisi Sebut Ada Lemparan Batu dan Kapak Saat Aksi SurabayaMenggugat di Depan DPRD Jatim

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved