Viral Media Sosial

5 Fakta Lengkap Video Viral Bu Guru Astiah Dikeroyok Wali Murid, Kasus Lain Sampai Masuk Rumah Sakit

Berikut Fakta Lengkap Video Viral Bu Guru Astiah Dikeroyok Wali Murid, Kasus Lainnya Sampai Masuk Rumah Sakit

5 Fakta Lengkap Video Viral Bu Guru Astiah Dikeroyok Wali Murid, Kasus Lain Sampai Masuk Rumah Sakit
Youtube Tribun Timur
Video Viral Bu Guru Astiah Dikeroyok Wali Murid 

SURYA.co.id - Sejumlah fakta mengenai kasus bu guru Astiah dikeroyok wali murid di dalam kelas hingga videonya viral di media sosial, akhirnya terungkap.

Fakta-fakta tentang kasus video viral bu guru Astiah dikeroyok wali murid ini terungkap setelah Polsek Somba Opu, Gowa bertindak mengamankan pengeroyok

Dilansir dari Tribun Timur dalam artikel 'Teman Duel Anaknya Tidak Dihukum, Orangtua Murid Keroyok Guru SD Pa'bangiang Gowa', berikut fakta lengkap kasus video viral bu guru Astiah dikeroyok wali murid

1. Videonya viral

Video pengeroyokan ibu guru Astiah ini viral di media sosial. 

Dalam video tersebut, kejadian bermula kala Astiah sedang mengajar di kelas pada Rabu (4/9/2019).

Viral Video Bu Guru Astiah Dikeroyok Wali Murid saat Ngajar, Ini Kronologi dan Kondisi Terakhirnya
Viral Video Bu Guru Astiah Dikeroyok Wali Murid saat Ngajar, Ini Kronologi dan Kondisi Terakhirnya (Tribun Gowa / Ari Maryadi via Tribun Gowa)

Namun tiba-tiba beberapa orang menyerangnya saat aktivitas belajar mengajar masih berlangsung.

Melansir dari Tribun Timur, Astiah mengatakan bahwa pengeroyokan tersebut dilakukan oleh empat pelaku yang terjadi dua wali murid dan 2 anaknya.

"Mereka masuk kelas dan mengeroyok ketika sedang mengajar," kata Astiah.

Astiah pun tidak menyangka dirinya diserang di tengah aktivitas pembelajaran.

Kejadian ini pun turut disaksikan para siswa SD yang diajarnya.

Lihat video:

2. Penyebab sebenarnya

Setelah diusut lebih lanjut, penyebab Astiah dikeroyok dipicu adanya perkelahian antar murid di dalam kelas.

Astiah yang mengetahui aksi tersebut tentu berusaha menghentikan perkelahian dengan melerai keduanya.

Meski sudah didamaikan, salah seorang wali murid ternyata tidak terima dengan keputusan tersebut.

"Tapi orangtua salah satu siswa tidak terima. Padahal sudah didamaikan," katanya.

Wali murid yang tidak terima ini lantas mendatangi Astiah yang sedang mengajar dan langsung menyerangnya.

Diduga, pelaku marah kepada Astiah karena tidak terima lawan anaknya tidak dihukum.

Akibat pengeroyokan ini, Astiah mengalami luka di wajah.

3. Reaksi pihak sekolah

Kepala SD Negeri Pa'bangiang, Nurjannah yang dikonfirmasi membenarkan hal itu.

Menurutnya, pihak sekolah menemani dan mendukung korban untuk melaporkan kasus ini dan membawanya ke ranah hukum.

"Kami bawa kasus ini ke ranah hukum. Siswa yang bersangkutan juga akan kami keluarkan dari sekolah," bebernya.

"Iya, sudah ada masuk laporannya. Sementara kita masih proses penyelidikan terkait kasus ini.," kata Kapolsek Somba Opu, Kompol Syafei.

"Untuk perkembangan selanjutnya nanti kita sampaikan," bebernya saat dihubungi melalui telepon selulernya.

4. Polisi amankan pengeroyok

Setelah viral video bu guru Astiah dikeroyok wali murid di dalam kelas, polisi langsung turun tangan. 

Polisi dari Polsek Somba Opu, Gowa menangkap wali murid pengeroyok Bu Guru Astiah ditangkap di rumahnya, Rabu (4/9/2019) sekitra pukul 21.30 Wita.

Kasubbag Humas Polres Gowa AKP M Tambunan, mengungkapkan ada dua wali murid yang ditangkap dan diperiksa. 

Perwira polisi tiga balok ini mengungkapkan, kedua pelaku merupakan saudara kandung.

Meski demikian, keduanya belum ditetapkan sebagai tersangka karena masih dilakukan pemeriksaan.

"Saat ini masih saksi. Info lengkap akan kita rilis esok," imbuhnya ketika dikonfirmasi soal status pelaku.

Tambunan menuturkan, aksi penganiayaan tersebut berlangsung pukul 10.00 Wita Rabu (4/9/2019) siang tadi.

Tempat kejadian perkara tersebut yaitu di dalam kelas SD Negeri Pa'bangiang Jalan Andi Tonro Kecamatan Somba Opu.

Usai dianiaya, korban yang merupakan guru sekolah itu langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Somba Opu pukul 13.00 Wita.

"Penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap korban dan dilakukan VER di RS Syech Yusuf Gowa," bebernya.

Polisi menyayangkan kasus penganiayaan yang dilakukan di depan siswa sekolah. Hal itu dinilai dapat mempengaruhi kondisi psikologi anak didik.

"Polres Gowa akan bertindak tegas terhadap para pelaku dan segera melakukan presscon atas peristiwa ini," tandasnya.

5. Kasus lain

Kasus penganiayaan terhadap guru juga pernah terjadi di Pontianak

Dalam kasus yang terjadi di tahun 2018 itu, pelaku penganiayaan justru dilakukan oleh siswa terhadap gurunya

Dilansir dari Tribun Pontianak dalam artikel 'Teguran Sang Guru Pada Oknum Siswa Berujung di Rumah Sakit, Ini Penjelasan Pihak Sekolah', penganiayaan dialami Nuzul Kurniawati guru Madrasah Darussalam, Pontianak Timur.

Pelakunya adalah siswanya berinisal NF yang duduk di kelas VII.

Kepala Madrasah Darussalam, Ahmad Bustomi bercerita saat kejadian yang menyebabkan Nuzul hingga cidera karena dihantam menggunakan kursi plastik oleh siswanya, NF ia tak berada ditempat.

Kepala Sekolah SMP Darussalam Pontianak, Ahmad Bustomi
Kepala Sekolah SMP Darussalam Pontianak, Ahmad Bustomi (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SYAHRONI)

Namun ia mendapat kronologis dari guru-guru yang lainnya, yang menyebutkan kejadian sekitar Pukul 10.00 WIB, Rabu (7/3/2018) kemarin.

"Saat kejadian saya lagi ada kegiatan di luar pertemuan kepala madrasah, saya dapat cerita dari para guru yang ada dan menyaksikan langsung," ujarnya, Kamis (8/3/2018).

Ahmad Bustomi menceritakan kronologis berdasarkan yang ia dapat dari para dewan guru, kalau kejadian yang menyebabkan Nuzul Kurniawati sampai cidera bermula ketika mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di kelas VIII dan NF merupakan siswa didalam kelas tersebut.

"Saat pelajaran berlangsung, NF malah main ponsel. Pengajarnya saat itu bukan Nuzul. Guru itu mengegurnya dan ada kata kasar dari anak itu lalu guru tersebut menangis dan mengadu pada guru lainnya,"ujar Bustomi.

Mendengar ada laporan guru yang menangis akibat ulah siswa, Nuzul yang juga sebagai Wakil Kepala Sekolah langsung masuk kelas untuk menegur NF dan mengambil HP nya.

Bustomi tak tahu secara rinci karena sedang tak berada di tempat saat kejadian.

NF yang merupakan pelaku penganiayaan tak terima Hp nya diambil oleh guru Nuzul dan sempat adu mulut sehingga NF memukulkan kursi plastik pada gurunya.

"Saya tidak tahu betul ini, mungkin Bu Nuzul kesal setelah dipukul dengan kursi lalu hape terbanting. Anak itu kesal lalu diambilnya Hp dan dilempar ke Ibu Nuzul kena dibagian telinga," imbuhnya.

Akibat kejadian itu, Nuzul Kurniawati diceritakannya dilarikan ke Rumkit mungkin karena syok dan memar dibagian bawah telinga.

Kemudian Nuzul dirujuk di RSUD Soedarso untuk dilakukan scanner terhadap kepalanya.

"Pelaku sudah dipanggil, dikasih pemahaman lagi ke dia. Siswa ini sedih dan nyesal, tidak menjawab. Anak Bu Nuzul juga ada datang dan beri nasihat, anaknya sudah minta maaf," tambahnya.

NF juga dibawa ke rumah sakit untuk bertemu dengan korban dan suami korban.

Nuzul juga sempat menasehati NF agar tak mengulangi.

Pihak sekolah sudah melakukan mediasi dan menginginkan agar masalah ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan, walau sudah ada laporan masuk ke pihak kepolisian.

"Di sekolah itu sejatinya tak boleh membawa ponsel. Pihak sekolah berharap dengan adanya kejadian ini, ada pelajaran yang bisa diambil. Terutama memperketat aturan yang berlaku. Bahkan guru juga tidak boleh main hape di depan anak," pungkasnya.

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved