Berita Magetan

7 Anak Punk di Magetan Terjaring Razia, 3 Perempuan di Bawah Umur, Seorang Mengaku telah Nikah Siri

Informasi hilangnya putri seorang pejabat di Kabupaten Ngawi membuat aparat di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan menambah intensitas razia.

7 Anak Punk di Magetan Terjaring Razia, 3 Perempuan di Bawah Umur, Seorang Mengaku telah Nikah Siri
surya.co.id/doni prasetyo
Tiga perempuan anak punk yang terjaring razia berada di kantor Satpol PP Magetan, Kamis (5/9/2019). 

SURYA.co.id | MAGETAN - Informasi hilangnya putri seorang pejabat di Kabupaten Ngawi membuat aparat di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan menambah intesitas razia di wilayahnya.

Meski belum berhasil menemukan putri pejabat Kabupaten Ngawi yang diduga kuat bergabung dengan komunitas anak punk, namun Satpol PP menemukan sejumlah gadis di bawah umur, yang sudah hidup suami istri.

"Razia yang kami gelar kemarin, belum menemukan anak putri yang dimaksud. Karena selain minim ciri-ciri yang ada di anak putri itu, personilisasi menyangkut nama dan foto wajah terbaru, juga gak ada,"kata plt Kepala Satpol PP Kabupaten Magetan Andri Rahman H, Kamis (5/9/2019).

Dalam razia ini, tambah Andri, anggota Satpol PP berhasil menggaruk tujuh anak punk. Empat laki-laki dan tiga perempuan. Dari ketiga anak putri ini satu di antaranya mengaku sudah menikah Syar'i atau nikah sesuai syariat (aturan) Islam.

"Ketiga putri punk yang kami ciduk, ketiganya masih berusia 15 tahun. Salah seorang mengaku sudah menikah syar'i. Ketiga putri itu dua dari Mojokerto dan Cilacap,"ujar Andri Rahman.

Ketiga putri punk yang berhasil ditangkap itu mengaku bernama shelend Wulan Andriani (15) warga Jln Nusantara, RT02/RW16, Cilacap (Jawa Tengah), Wanda Sari (15)  warga Desa Mrasih RT01/RW7, Pacet, Mojokerto, dan Dian Elya Maghforoh (15) warga Desa Kedung Uning, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto.

Dikatakan Andri, razia gabungan ini akan terus dilakukan. Sampai masyarakat merasa aman dan nyaman, tidak ada lagi laporan gangguan di lingkungan hanya karena komunitas anak Punk yang terkesan bersih.

"Jadi perlu diketahui, kami akan terus melakukan razia, bukan karena ada informasi anak hilang, tapi operasi kami punya hak menangani,"kata Andri seraya mengatakan, banyaknya anak punk di wilayah Kabupaten Magetan ini seperti mengganggu keamanan dan kenyamanan warga sekitar.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved