Berita Trenggalek
Pria Trenggalek Manfaatkan Limbah Kayu untuk Patung Ukiran
Sejak sekitar empat tahun terakhir, ia mulai membikin patung ukiran dari bahan kayu sisa untuk dijual. Cara ini jelas lebih menguntungkan.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Eben Haezer Panca
“Sesuka saya saja. Motifnya, bentuknya, saya sesuaikan dengan apa yang ada di pikiran saya,” ungkap dia.
Patung yang ia bikin juga bukan patung utuh. Sisi belakang patung berbentuk datar. Patung seperti itu sering dipakai untuk hiasan dinding.
Harga jual patung Sodikan bervariasi. Untuk patung yang ia buat saat itu, misalnya, dipatok seharga Rp 400.000. Semakin besar patungnya, harganya semakin tinggi.
“Saya pernah membuat patung seperti ini paling tinggi sekitar 2,4 meter x 1 meter,” tuturnya.
Pemesan patung dia sebatas orang-orang sekitar Trenggalek saja. Kebanyakan juga kenalan atau orang yang pernah memesan perabot kepadanya.
“Ada juga yang dipasarkan kembali di Kediri,” ungkap Sodakan.
Pria berambut gondrong itu juga tak punya perhitungan pasti jumlah patung yang bisa ia buat. Ia hanya produksi ketika ada pesanan patung atau ketika tak ada pesanan perabot.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/patung-ukiran-trenggalek.jpg)