Berita Gresik

Ada Kuntilanak Korban Kecelakaan Lalu Lintas Ikut Operasi Patuh Semeru 2019 di Gresik

Pelanggar lalu lintas mengaku merinding melihat kuntilanak ikut duduk dan mendampingi hakim saat sidang

Ada Kuntilanak Korban Kecelakaan Lalu Lintas Ikut Operasi Patuh Semeru 2019 di Gresik
SURYAOnline/Sugiyono
KUNTILANAK - Kuntilanak ikut Operasi Patuh Semeru 2019 di Terminal Bus Bunder, Kecamatan Kebomas Gresik, Selasa (3/9/2019). 

SURYA.co.id | GRESIK - Kali ini ada yang unik dalam Operasi Patuh Semeru 2019 Polres Gresik di terminal bus Bunder, Kecamatan Kebomas, Gresik. Uniknya, ada orang berkostum kuntilanak ikut Operasi Patuh Semeru 2019.

Dengan kostum seperti kuntilanak, hantu-hantuan itu ikut operasi petugas gabungan dalam memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan dan ikut mendampingi pelanggar lalu lintas sidang.

Lengkap dengan aroma kemenya, orang yang berkostum kuntilanak tersebut diharapkan bisa menjadi pelajaran bagi pengendara kendaraan agar berhati-hati di jalan raya. Sehingga, tidak sampai terjadi kecelakaan hingga mengakibatkan kematian.

Operasi Patuh Semeru 2019 di Gresik tersebut dilakukan oleh tim gabungan dari TNI, Polri, Polisi Militer (PM), Dinas Perhubungan, Kejaksaan Negeri Gresik dan Pengadilan Negeri Gresik.

Selama operasi, banyak pengendara kendaraan bermotor dan roda empat yang terjaring petugas mengaku takut dan merinding melihat orang yang berkostum kuntilanak dan hantu-hantuan saat ikut duduk dan mendampingi hakim menyidangkan pelanggar lalu lintas.

Ketakutan itu disampaikan oleh Indriani (18), warga Iker-iker Kecamatan Cerme yang terjaring operasi karena tidak memiliki SIM. Ia mengatakan bahwa kaget dan takut saat ada orang berkostum putih-putih serta ada tanda bekas luka pada tubuh, bahkan sampai merasa merinding.

"Iya merinding melihatnya. Sehingga akan lebih berhati-hati di jalan saat mengendarai motor," kata Indriani, Selasa (3/9/2019).

Hal senada juga diakui oleh Mafatihatus Sururiyah (20), warga Driyorejo, yang mengaku SIM-nya hilang, mengatakan saat melihat pengguna kostum mirip kuntilanak akan berhati-hati di jalan raya.

"Melihat korban kecelakaan itu, saya akan berhati-hati saat mengendarai kendaraan," kata Mafatihatus.

Sementara, Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Wikha Ardilestanto melalui KBO Lantas, Iptu Khairul Alam mengatakan pemberian contoh korban kecelakaan lalu lintas dengan berkostum kuntilanak diharapkan bisa memberikan efek jera agar tidak mengulangi tindakan melanggar lalu lintas.

"Hantu-hantuan ini untuk memberikan contoh kepada masyarakat agar berhati-hati di jalan raya. Sehingga tidak terjadi kecelakaan lalu lintas sampai mengakibatkan meninggal dunia," kata Khairul Alam, Selasa (3/9/2019).

Selama operasi yang gelar sejak 29 Agustus 2019 hingga 11 September 2019 ini, jajaran Polres Gresik sudah menindak pelanggar lalu lintas sebanyak 1.800 pelanggaran.

"Pelanggaran ini didominasi anak-anak sampai remaja, sehingga kita bawa contoh korban kecelakaan lalu lintas. Diharapkan masyarakat yang terjaring operasi Semeru 2019 ini sadar bahaya kecelakaan," kata Khairul.

Penulis: Sugiyono
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved