Berita Magetan

5 Tahun Dikurung karena Gangguan Jiwa, Dinsos Magetan Pastikan Ada Bantuan ini untuk Mbah Giyem

Mbah Giyem (55) warga miskin penderita gangguan jiwa hanya mendapat bantuan akomodasi dan berobat di Puskesmas.

5 Tahun Dikurung karena Gangguan Jiwa, Dinsos Magetan Pastikan Ada Bantuan ini untuk Mbah Giyem
surabaya.tribunnews.com/doni prasetyo
Mbah Giyem saat berada di dalam kamar sempit tempatnya dikurung selama kurang lebih 5 tahun. 

SURYA.co.id | MAGETAN - Mbah Giyem (55) yang lebih lima tahun dikurung karena sakit jiwa akan medapat fasilitas bantuan akomodasidan berobat di Puskesmas dari Dinsos dan Dinas Kesehatan, Magetan.

Hal ini berlaku karena warga Desa/Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan masuk warga miskin.

Selain itu ada persyaratan surat keterangan dari desa setempat.

"Karena Mbah Giyem dari warga miskin, Dinas Sosial hanya bisa membantu biaya transpor, bila mau berobat ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Malang atau Solo (Jawa Tengah)," ungkap pelaksana tugas (plt) Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kab Magetan Sucipto, Rabu (28/8/2019).

Sedang terkait sakitnya Mbah Giyem menjadi kewenangan Dinas Kesehatan.

Dikatakan Sucipto, persyaratan untuk mendapatkan bantuan Dinsos, keluarga Mbah Giyem harus meminta surat keterangan tidak mampu serta sakitnya dari desanya.

"Besarnya bantuan biaya transpor antara Rp 500 ribu, hingga Rp 1 juta juga tergantung jarak, rumah sakit yang dituju,"imbuhnya.

Mbah Giyem, tambah Sucipto,  belum mendapat bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) karena belum masuk kreteria sebagai Lanjut Usia (Lansia) yang dapat dibantu.

"Untuk bisa dibantu biaya leway program PKH setelah usia 60 tahun keatas, sedang Mbah Giyem saat ini baru 55 tahun. Namun untuk anak Mbah Giyem sudah masuk di daftar penerima PKH," kata Sucipto.

Sedang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan lewat Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Linkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) menyebutkan, Mbah Giyem tercatat penerima bantuan jaminan kesehatan gratis.

"Untuk berobat, Mbah Giyem mulai saat ini bisa berobat gratis di Puskesmas setempat. Atau ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Solo atau Surabaya, atau Ngawi,"kata Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular (PTM) dan Kesehatan Jiwa (Keswa) Bidang P2PL Dinkes Ny Hariyati
kepada Surya, Rabu (28/8).

Mbah Giyem penderita orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) sekitar lima tahun dikurung di ruang sempit. Sebelumnya dia dua tahun berobat di RSJ Ngawi, hingga menghabiskan harta bendanya.

Karena anak Mbah Giyem hanya bekerja sebagai buruh serabutan, dengan penghasilan tidak menentu, kini tidak sanggup lagi membiayai pengobatan ibunya.

Praktis, selama hampir lima tahun Mbah Giyem sakit, hanya dikurung tanpa berobat. Ironisnya, Mbah Giyem sebelumnya juga tidak pernah mendapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten Magetan.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved